|
Perempuan Bali dan Warisan |
|
Koran Tokoh No.542/Tahun X, 31 Mei – 6 Juni 2009. Perempuan Bali dan Warisan SEDIKITNYA ada dua hal yang menarik perhatian pemerhati perempuan terkait kedudukan perempuan Bali-Hindu Pertama, semangat kerjanya yang hebat. Kedua, kedudukannya terhadap warisan yang lemah, bahkan dianggap tidak berhak atas warisan, dalam hal ini warisan yang memunyai nilai ekonomi, seperti tanah, dan warisan yang tidak memunyai nilai ekonomi, seperti pemeliharaan tempat suci dan orangtua. |
|
Read more...
|
KESIMPULAN PARUMAN SULINGGIH & PARUMAN WALAKA PHDI PROVINSI BALI
Pokok Bahasan:
Panca Bali Krama Tahun 2009, Perkawinan “ Negen Dadua” dan Pembentukan Lembaga Pengembangan Pendidikan Hindu, Tanggal 29 Desember 2008, Tempat : Kantor PHDI Provinsi Bali Jln. Ratna No. 71 Denpasar
Pada hari Senin, tanggal 29 Desember 2008 telah diselenggarakan Paruman Sulinggih dan Paruman Walaka bertempat di Kantor Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali, Jln. Ratna, No. 71 Denpasar. Paruman pada hari itu telah membahas 3 (tiga ) materi pokok bahasan : - Paruman Sulinggih membahas “Panca Bali Krama dan Nyepi tahun 2009,
- Paruman Walaka tahap Pertama membahas tentang Perkawinan Negen Dadua,
- Paruman Walaka tahap Kedua membahas tentang Pembentukan Lembaga Pengembangan Pendidikan Hindu / LPPH).
|
|
Read more...
|
|