Logo PHDI Pusat
Reinkarnasi : Evolusi Spiritual Print E-mail

Setiap orang dalam hidup pasti pernah mengikuti upacara penguburan (paling tidak upacara penguburan dirinya sendiri bila sudah mati). Upacara penguburan berbeda-beda menurut masing-masing agama. Tapi intinya sama saja. Mula-mula mayat dimandikan. Dibungkus dengan pakaian baru. Dimasukan peti. Dibawa kekubur. Disana mayat dimasukkan dalam lubang 1x2 meter lalu diuruk dengan tanah.

Apa yang terjadi dengan mayat setelah penguburan selesai? Sesuai dengan hukum alam, setelah beberapa waktu mayat itu akan hancur, lenyap bersatu dengan tanah! Dalam diskusi agama jawabannya tentu tidak bisa berhenti sampai disitu. Lalu apa yang terjadi terhadap si mati?

Agama-agama rumpun Yahudi mengatakan mayat itu beristirahat di alam kubur menunggu datangnya hari kiamat, pada waktu itu tubuh itu dibangkitkan untuk diadili oleh Tuhan.

Agama Hindu mengatakan setelah mati tubuh hancur, kembali menjadi panca maha buta. Sedangkan jiwa mungkin mencapai moksha atau lahir kembali ke dunia ini.

Apakah Hari Kiamat?

Pada tahun 1992 seorang pendeta Kristen di Seoul, Korea Selatan mengatakan bahwa kiamat akan tiba pada bulan Oktober 1992. Pendeta itu menyarankan kepada jemaatnya untuk menjual semua harta benda mereka termasuk rumahnya. Dan hasil penjualan itu dititipkan di gereja sang pendeta. *)

Pada Juli 1992, Di Selangor, Malaysia diberitakan 200 murid dan guru sekolah agama Islam telah melihat tanda-tandanya kiamat, Pada suatu malam ia melihat kalimat sahadat (pengakuan keyakinan Islam) tertulis di langit. Selain tulisan itu mereka juga melihat gambar berbentuk janin, mayat dikafan, lidah terpotong-potong, api membakar rambut wanita, kalajengking, ular, manusia berkepala anjing dan sejumlah gambar seram lainnya. Sebuah panitia telah dibentuk, dan dana dikumpulkan, untuk membuat perahu besar yang nanti akan dipakai untuk menyelamatkan diri bila kiamat (banjir besar) tiba. Seperti Noah seorang rasul Yahudi dahulu yang konon menyelamatkan dirinya dari kiamat dengan naik perahu. **)

Ramalan-ramalan ini mendapat publikasi luas di tanah air kita. banyak juga ulasan dan komentar dari para ahli agama. Tapi syukurlah kedua ramalan ini meleset. Konon pendeta Korea yang meramalkan datangnya kiamat ditangkap polisi karena tuduhan penipuan dan penggelapan uang para jemaatnya. Dan panitia kiamat yang dibentuk di Malaysia raib tak tentu rimbanya. Dan banyak orang merasa malu karena ramalan ini.

Asal-Usul Hari Kiamat.

Kepercayaan tentang Hari Kiamat berasal dari agama Oroaster, agama bangsa Persia Kuno (sekarang Iran). Kepercayaan ini kemudian diadopsi oleh agama- agama rumpun Yahudi (agama Yahudi, Kristen dan Islam).

Hari Kiamat adalah suatu hari dimana dunia beserta isinya dihancurkan oleh Tuhan. Pada waktu itu semua mahluk hidup termasuk manusia akan dimatikan. Dan setelah itu mereka akan dihidupkan kembali bersama dengan orang yang sudah mati sebelumnya (berabad-abad sebelumnya). Itulah sebabnya hari itu juga disebut Hari Kebangkitan Tubuh. Setelah tubuh-tubuh itu bangkit, Tuhan lalu mengadili mereka. Karena itu hari itu juga disebut hari Pengadilan Terakhir. Berdasarkan perbuatannya selama hidupnya yang singkat didunia ini, Tuhan menentukan siapa yang langsung masuk surga, siapa yang masuk neraka dulu, lalu setelah melewati api penyucian akhirnya masuk surga, dan siapa yang ditetapkan masuk neraka untuk selamanya.

Kapan hari Kiamat akan Datang?

Waktu hari kiamat konon sudah ditetapkan oleh Tuhan tapi tidak diumumkan-Nya. Manusia hanya dapat mengetahui kedatangan Kiamat dari tanda-tandanya, yaitu manusia sudah berpaling dari agama, banyak peperangan terjadi. bahkan ada satu aliran yang berpendapat hari Kiamat akan datang bila banyak wanita menjadi pemimpin.

Sejak tahun 500 M sudah ada orang yang meramalkan bahwa hari kiamat segera datang. Sampai saat ini sudah puluhan kali (yang tercatat sekitar 14 kali) hari Kiamat diramalkan "akan segera tiba"
Tapi seperti kita tahu, sampai sekarang bumi yang kita huni ini masih tetap seperti sediakala. DR Th. Sumartana, teolog dari Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga menganjurkan agar hari Kiamat itu tidak usah diharap-harapkan.

Hari Kiamat tampaknya menempati posisi unik diantara orang-orang yang percaya tentangnya. Mereka yang masih hidup, mengharapkan agar kiamat tidak cepat-cepat tiba. Tapi dengan demikian mereka membiarkan saudara-saudaranya, nenek-moyangnya yang sudah mati terlebih dahulu menunggu berkepanjangan tanpa kepastian di alam kubur.

Apakah Reinkarnasi.

Ketika kedatangan kiamat, yang dihembuskan dari Korea dan Malaysia sedang ramai menjadi berita, saya ditanya oleh seorang teman :
"Menurut agama Hindu kapan hari kiamat akan tiba?"
"Kepercayaan tentang hari kiamat tidak ada dalam agama Hindu", jawab saya. Dan saya tambahkan : "Agama Hindu Percaya dengan Reinkarnasi. Kelahiran kembali".

Jadi menurut agama Hindu, setelah mati jiwa kita :
(1) mencapai Moksha, yaitu bersatunya Atman dengan Brahman, manunggaling kawula lan gusti; atau
(2) lahir kembali ke dunia ini untuk menyempurnakan karma- karma dari kehidupan sebelumnya atau memperbaiki hidup kita sekarang dan menabung untuk kehidupan kita yang akan datang.

Bagavad Gita mengatakan:
"Setelah memakai badan ini dari masa kanak-kanak hingga dewasa dan tua, jiwa pergi ke badan lain". "Bagi yang hidup kematian adalah pasti, dan bagi yang mati lahir kembali adalah pasti".

Katha Upanishad mengatakan:
"Sekarang aku akan bicara padamu tentang rahasia Tuhan yang abadi, dan apa yang terjadi atas jiwa setelah kematian. Jiwa mungkin pergi ke dalam kandungan seorang ibu dan dengan demikian memperoleh tubuh baru. Atau pergi ke tempat lain sesuai dengan karmanya dalam hidupnya sebelumnya".

Siapa yang Percaya pada Reinkarnasi?

Agama yang memiliki keyakinan tentang reinkarnasi adalah Hindu, Buddha, Druze (di Libanon), sekte Si'ah Alawite (di Irak, Siria dan Turki)
Penelitian yang dilakukan pada tahun 1982 oleh George Gallup mengungkapkan 67% dari orang Amerika percaya akan kehidupan sesudah mati dan 23% percaya pada reinkarnasi. Dan poll yang dilakukan oleh Subday Telegraph di London pada tahun 1985 mengungkapkan 28% dari orang Inggris percaya akan reinkarnasi. ***)

Reinkarnasi Lebih Rasional.

Kita bayangkan, pada hari Kebangkitan itu, dari mana-mana tiba-tiba bermunculan manusia besar dan kecil, tua dan muda. Dari kuburan, dari reruntuhan bangunan gedung perkantoran, perumahan, super market yang dulunya bekas kuburan atau bahan-bahan bangunannya mengandung bekas tubuh manusia. Dari laut, danau dan sungai, tempat orang mati tenggelam.

Hal ini mungkin terjadi dengan mengandalkan adanya campur tangan Tuhan secara langsung dan telanjang. Melalui kesadarannya Tuhan menjungkir balikan hukum alam yang diciptakan-Nya. Suatu pameran penggunaan kekuasaan yang kasar.

Kebangkitan tubuh diandaikan seperti sebatang pohon kelapa yang sudah mati dan hancur bertahun-tahun, tiba-tiba berdiri tegak kembali lengkap dengan buah-buahnya.Sedangkan reinkarnasi adalah seperti sepucuk tunas yang tumbuh dari sebutir kelapa tua. Tunas ini perlahan-lahan bertambah besar. Sejalan dengan itu, sabut, tempurung serta daging kelapa itu lenyap menjadi tanah, memberi sari makanan bagi tubuh yang mulai tumbuh berkembang menjadi pohon kelapa yang menhasilkan buah-buah baru.

Seorang sejarahwan Inggris yang terkenal, DR. Arnold J. Toynbee mengatakan keyakinan tentang reinkarnasi dari agama Hindu dan Buddha jauh lebih rasional dibandingkan dngan dogma kebangkitan tubuh dari agama rumpun Yahudi.

Diselidiki Secara Ilmiah.

Keyakinan reinkarnasi juga telah diselidiki secara ilmiah. Yang berjasa dalam penelitian ini adalah DR. Ian Stevenson, seorang psikiater dan guru besar di Universitas Virginia Amerika Serikat. Dan Hemendra Banerjee pendiri Lembaga Parapsikologi India yang tinggal di Amerika Serikat sejak tahun 1970. Mereka menyelidiki kasus-kasus reinkarnasi dari seluruh dunia. Respondennya adalah orang-orang yang memberi pernyataan tentang hidupnya di masa lalu, umumnya di kota lain yang belum pernah dikunjunginya dalam hidupnya sekarang. Dr. Ian Stevenson kemudian menerbitkan bukunya yang terkenal "Twenty Cases Suggestive of Reincarnation" (Dua puluh Kasus tentang Reinkarnasi).

Metoda penelitian reinkarnasi yang juga populer dewasa ini disebut "far age regression" (regresi ke abad yang jauh). Dalam teknik ini seseorang dihipnotis, dan dalam keadaan ini dia diminta untuk melihat kehidupannya sebelumnya paling dekat dengan kehidupannya sekarang. Ia diminta untuk mengisahkan apa yang dilihatnya terutama peristiwa- peristiwa yang terkait dengan dirinya ketika itu. Kemudian ia diminta lagi untuk melihat kehidupannya sebelum itu. Demikian seterusnya samapi ia melihat beberapa kehidupannya yang lalu. Apa yang diceriterakannya kemudian dicek dengan peristiwa- peristiwa sejarah yang terjadi pada masa kehidupannya yang lalu. Dalam banyak kasus apa yang mereka ceritakan itu menunjukkan ketetpatan yang mengagumkan, bahkan sekalipun yang bersangkutan, dalam keadaan normal tidak mengetahui peristiwa, tempat atau nama-nama orang yang dikisahkan dalam terhipnotis itu.

Salah seorang yang mempraktekkan tehnik ini adalah Dr. Joel L. Whitton, PhD, seorang psikiater yang tinggal di Toronto, Kanada. Hasil penelitiannya ditulis bersama Joe Fisher, seorang wartawan, menjadi buku "Life Between Life", (Kehidupan diantara Kehidupan).

Kalau Reinkarnasi Ada, Mengapa Kita Tidak Ingat seluruh Hidup Kita yang Lalu?

Inilah pertanyaan yang sering diajukan. Mahatma Gandhi menjawab : "Adalah kebaikan alam dan karunia Tuhan kita tidak mengingat kehidupan kita pada seluruh kelahiran terdahulu. Hidup kita akan menjadi tak tertanggungkan kalau kita membawa beban kenang-kenangan atau ingatan yang demikian banyak dari kehidupan tersahulu".

Reinkarnasi adalah Harapan dan Kesempatan.

Pada bulan April 1995 seorang hukuman telah menjalani eksekusi di depan regu tembak. Tempat pelaksanaan hukuman mati itu tidak disebutkan. Terpidana tersebut berusia sekitar 30 tahun. Kejahatan yang dilakukannya, yang menyebabkan ia dihukum mati adalah pembunuhan rangkap tiga (tripel murder). Tiga tahun sebelumnya ia telah membunuh seorang laki-laki dewasa yang matanya buta dengan menjerat lehernya, seorang anak berusia delapan tahun, yang dicekik lehernya dan seorang pembantu rumah tangga yang dibunuhnya dengan gunting rumput. Tujuannya membunuh adalah untuk merampok barang-barang yang ada dirumah itu. Pemilik rumah, ayah dari anak kecil dan saudara dari lelaki buta itu, sebelumnya sering menolong si pembunuhnya. Karena kejahatan yang dilakukannya dinilai demikian kejam ia dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan. Dan seperti telah disebutkan di atas ia telah menjalani hukumannya di depan regu tembak. Ibu dari anak perempuan yang jadi korban pembunuhan, ketika mengetahui pembunuh keluarganya sudah menjalani hukuman mati mengatakan dia merasa puas tapi tetap tidak bisa memaafkan orang yang telah membunuh putri kesayangannya.

Hendak ditanyakan disini adalah apakah yang terjadi dengan jiwa terpidana ini setelah peluru pelaksana eksekusi merengut nyawanya?

Menurut agama rumpun Yahudi, ada tiga kemungkinan yang terjadi : Pada waktu hari pengadilan terakhir setelah kiamat, kemungkinan pertama, Tuhan akan memutuskan orang ini menjadi penghuni neraka untuk selamanya. Keungkinan kedua ia diputuskan masuk neraka kemudian setelah melewati api penyucian akhirnya ia masuk surga. Kemungkinan ketiga Tuhan meengampuni kesalahannya dan karena itu langsung masuk surga.

Bila Tuhan mengambil keputusan yang pertama, maka Tuhan telah menjadi penyiksa yang amat kejam. Bila Tuhan mengambil keputusan yang kedua maka Tuhan Tetap menjadi penyiksa yang kejam dan penegak keadilan yang buruk. Bila Tuhan mengambil keputusan yang ketiga maka Dia talah mengabaikan seluruh ajaran-Nya tentang kebaikan dan kebenaran.
Kalau seorang penjahat yang membunuh tiga orang tak berdosa diampuni dan diberikan surga, lalu apa yang diberikan kepada tiga orang tak berdosa yang telah dibunuh dengan kejam oleh terpidana itu?.

Bagaimana menurut Agama Hindu.

Kebaikan berbuah kebahagiaan. Kejahatan berbuah penderitaan. Disini masih tetap ada pengharapan. Jiwa terpidana tadi akan lahir kembali kedunia ini. Sekalipun kelahirannya kembali ia akan menghadapi kesulitan-kesulitan atau penderitaan tapi ia diberikan kesempatan untuk memperbaiki dirinya, menebus dosa-dosanya.

Dalam uraian yang lain dikatakan se ekor cacing, melalui usahanya dalam beberapa kelahirannya pada akhirnya bisa menjadi manusia utama. Ini mengandung arti simbolis bahwa dalam situasi yang paling burukpun manusia masih memiliki harapan dan kesempatan melalui Reikarnasi.

Mahapralaya.

Sebagai ciptaan, alam semesta juga tunduk pada hukum hidup: utpeti, Stiti dan prelina. Prelinanya alam semesta dalam agama Hindu disebut sebagai Mahapralaya.
Tapi gambaran dan keadaan mahapralaya sangat berbeda dengan gambaran dan keadaan hari Kiamat. Hari Kiamat digambarkan sebagai kehancuran dasyat yang membawa siksa dan penderitaan tiada taranya bagi manusia. Mehapralaya digambar dengan sangat berbeda: Brahman adalah kebahagian; sebab dari kebahagiaan semua mahluk hidup datang, dalam kebahagiaan mereka semua hidup, dan ke dalam kebahagiaan mereka semua kembali"!. (Tattiriya Upanishad). Seperti seorang meninggal dengan tenang pada usia tua.

Tapi mungkin juga dunia kiamat karena ulah manusia. Karena lingkungan yang dirusak secara semena-mena. Karena pengembangan dan penggunaan senjata pemusnah seperti bom atom, nuklir semacamnya. Dalam hal ini manusia diharuskan mengambil tanggung jawab aktif untuk menjaga keselamatan lingkungan.

------------------
*) Majalah Tempo 17 Oktober 1992.
**) Majalah Tempo 14 November 1992
***) Dr. Joel L. Whitton Ph.D dan Joe Fisher: Life Between Life, penerbit Gafton, 1987, hal 87.
 

 
< Prev   Next >
"));