|
Keramik Asing di Situs Kota Majapahit |
|
|
|
Keramik Asing di Situs Kota Majapahit Oleh : Widiati Salah satu jenis benda yang mudah ditemukan hampir di seluruh permukaan tanah situ-kota Majapahit di Trowulan seluas 9 x 11 km adalah pecahan-pecahan keramik asing. Aktivitas masyarakat sekarang ketika mengolah lahan memungkinkan benda benda itu muncul ke permukaan dalam jumlah yang tidak sedikit. |
|
Read more...
|
|
SUMUR MAJAPAHIT |
|
|
|
Sumur Majapahit Oleh : Agung Sukardjo Bentang lahan Trowulan yang termasuk daerah aluvial fasies gunung api, merupakan suatu daerah yang mempunyai sumber air tanah yang cukup. Apalagi di daerah selatan Trowulan merupakan daerah kaki gunung Arjuna, Welirang dan Anjasmoro. |
|
Read more...
|
|
Bangunan Air di Situs Majapahit |
|
|
|
Bangunan Air di Situs Majapahit Oleh : Karma Arifin Berbicara tentang bangunan air di Majapahit, kita mengenal waduk dan kanal, termasuk di dalamnya kolam dan saluran air, yang sampai sekarang masih ditemukan sisa-sisa bangunannya. |
|
Read more...
|
|
Rumah Majapahit |
|
|
|
Rumah Majapahit Oleh : Oesrifoel Oesman Selama ini hampir semua penelitian dan wacana mengenai bangunan-bangunan di situs Trowulan berkenaan dengan tata-kota, candi, gapura, arca, sistem kanal, kolam, saluran air dan goronggoron. |
|
Read more...
|
|
Kerajaan Majapahit Selayang Pandang |
|
|
|
Kerajaan Majapahit Selayang Pandang Oleh : I Made Kusumajaya, dkk Sejarah Kerajaan masa Hindu Budha di daerah Jawa Timur dapat dibagi menjadi 3 periode. Periode Pertama adalah raja-raja dan Kerajaan Kediri yang memermtah sejak abad ke 10 M hingga tahun 1222 M. Periode Kedua dilanjutkan oleh pemerintahan raja-raja dan masa Singosari yang memerintah dan tahun 1222 M hingga tahun 1293 M. Periode Ketiga adalah masa pemerintahan raja-raja Majapahit yang berlangsung dan tahun 1293 M hmgga awal abad ke 6 M. |
|
Read more...
|
|
Majapahit Dalam Sejarah ( 6 ) |
|
|
Dalam hal wujud bangunan candi sendiri, jika diamati secara cermat akan terlihat adanya pembagian tataran manusia dan tataran dewata. Bagian bhurloka yang dipresentasikan di kaki bangunan akan diungkapkan dalam bentuk kaki candi yang umumnya polos tanpa hiasan relief. Apabila terdapat hiasan, maka yang ada adalah susunan perbingkaian saja. |
|
Read more...
|
|
Majapahit Dalam Sejarah ( 5 ) |
|
|
Rombongan raja tidak langsung menuju Majapahit, tetapi menyimpang dulu ke selatan melalui beberapa desa dan menuju Singhasari, yaitu bekas kerajaan pendahulu Majapahit di mana para leluhur Rajasanagara pernah berkuasa. Kunjungan tersebut merupakan ziarah untuk mendatangi beberapa candi pen-dharma-an raja-raja Singahasari. |
|
Read more...
|
|
Majapahit Dalam Sejarah ( 4 ) |
|
|
Pasal-pasal dalam kitab Kutaramanawa tersebut t-idak bernapaskan kebudayaan luar (India), melainkan khas Jawa Kuno. Uraian yang terdapat dalam kitab itu ada yang berkenaan dengan hewan-hewan yang biasa dijumpai di Pulau Jawa, misalnya disebutkan adanya hutang piutang kerbau, sapi dan kuda; pencurian ayam, kambing, domba, kerbau, sapi, anjing dan babi; ganti rugi terhadap hewan yang terbunuh karena tidak sengaja dan juga yang banyak mendapat sorotan adalah perihal hutang piutang padi. |
|
Read more...
|
|
Majapahit Dalam Sejarah ( 3 ) |
|
|
|
Bangunan suci darmma haji berjumlah 27. Bangunan ini bertujuan untuk memuliakan para kerabat raja yang telah meninggal. Selain itu, leluhur raja dipuja dan dimuliakan setara dewata di bangunan-bangunan tersebut. |
|
Read more...
|
|
Majapahit Dalam Sejarah ( 2 ) |
|
|
|
Pencapaian peradaban dalam masa Majapahit terjadi pula dalam. bidang seni arca yang mempunyai bentuk dan gaya tersendiri. Jumlah arca yang dihasilkan dalam era Majapahit cukup banyak. Arca-arca tersebut ada yang berasal dari periode awal, kejayaan, kemunduran dan keruntuhan Majapahit. |
|
Read more...
|
|
Majapahit Dalam Sejarah ( 1 ) |
|
|
|
 Masa kejayaan Majapahit berlangsung dalam era pemerintahan Hayam Wuruk. Masa sebelumnya, kejayaan Majapahit baru mulai mendaki ke arah puncaknya. Pada masa pemerintahan Ratu Tribhuwanottunggadewi (1328-1350 M), ibunda Hayam Wuruk, Majapatih mulai melebarkan pengaruhnya ke luar Jawa, antara lain ke Bali. |
|
Read more...
|
|
AGAMA MAJAPAHIT |
|
|
|
Agama Majapahit Oleh : Hariani Santiko Majapahit banyak meninggalkan tempat-tempat suci, sisa-sisa sarana ritual keagamaan masa itu. Bangunanbangunan suci im dikenal dengan nama candi, pemandian suci (patirthan) dan gua-gua pertapaan. Selain itu terdapat pula sisa-sisa bangunan lain, misalnya pintu gerbang yang kadangkala disebut candi pula. |
|
Read more...
|
|