Logo PHDI Pusat
Upacara Sudhi Wadani di Kab. Wonosobo, Jawa Tengah Print E-mail

Upacara Sudhi Wadani
Di Kabupaten Wonosobo – Jawa Tengah

Apabila keberadaan umat Hindu di Bali cukup meresahkan karena banyaknya umat Hindu yang beralih agama, tetapi di luar Bali khususnya di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah justru kebalikkannya. Hal ini terbukti pada hari Sabtu legi, tanggal 29 Juni 2002 telah dilaksanakan upacara sudhi wadani sekitar 200 (dua ratus) orang untuk memeluk Agama Hindu. Mereka ini berasal dari penganut Aliran Kepercayaan Minta Raga (baca Minto Rogo) di bawah pimpinan Bpk. Trisno Dwijo. Upacara tersebut dilaksanakan di Padepokan Minta Raga, Dusun Purwosari, Desa Reco, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo yang dihadiri pula oleh Ketua PHDI. Prop. Jawa Tengah (Bpk. I Pande Made Pada, SH), Bimas Hindu - Kanwil Departemen Agama Prop. Jawa Tengah (Bpk. Drs. Sujaelanto), Bintalad IV Diponogoro (Bpk. Drs. I Made Sudira) dan umat Hindu dari Kab. Kendal, serta dipuput oleh Pinandita Sunarto dan kawan-kawan dari Kab. Kendal, Jawa Tengah.

Acara dimulai dengan laporan Ketua Panitya Bpk. I Wayan Wirjana, SR. (Hakim Pengadilan Negeri Wonosobo) yang mengemukakan bahwa pada mulanya umat Hindu. di Wonosobo hanyalah 3 (tiga) KK. yaitu 2 (dua) KK orang Bali dan I (satu) KK. orang asli Wonosobo (Bpk. Suharno Wismoyo). Kemudian dengan adanya kesediaan dari penganut Aliran Kepercayaan Minta Raga sebagaimana dituangkan dalam Surat Pernyataan memeluk Agama Hindu, maka pada hari ini diadakan Upacara Sudhi Wadani sehingga umat Hindu di Wonosobo semakin berkembang. Lebih lanjut disampaikan harapannya kepada seluruh Umat Hindu dimana pun berada supaya memberikan dukungan dan bantuan baik moril maupun materiil untuk usaha-usaha pembinaan ke depan, sehingga umat Hindu khususnya di Wonosobo semakin berkembang dan mampu memberikan kontribusi demi pembangunan bangsa dan negara.

Kemudian acara dilanjutkan dengan pembacaan Surat Pernyataan masuk Agama Hindu oleh Pimpinan Aliran Kepercayaan Minta Raga (Bpk. Trisno Dwijo) yang secara mantap dibenarkan oleh pengikut aliran tersebut. Disamping itu beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada umat Hindu khususnya yang ada di Wonosobo yang telah memberikan bimbingan dan pembinaan tentang ajaran Agama Hindu, sehingga pengikut Aliran Kepercayaan Minta Raga sudah mantap lahir dan batin memeluk Agama Hindu. Lebih lanjut dijelaskan bahwa Aliran Minta Raga pada intinya mengajarkan segala perbuatan kita haruslah bercermin pada diri (hati nurani) kita sendiri yang di dalam Agama Hindu dikenal dengan Ajaran Tat Twam Asi. Oleh karena itulah beliau yakin bahwa Ajaran Minta Raga sebenarnya bersumber pada ajaran Weda, sehingga tidaklah keliru kalau menyatakan diri beragama Hindu.

Selanjutnya dilaksanakan puncak upacara Sudhi Wadani dengan terlebih dahulu dilakukan pemujaan oleh pinandita diiringi dengan Kidung warga sari. Acara persembahyarLgan diawali dengan mantram puja trisandhya, lalu dilanjutkan dengan panca sembah Kemudian ditutup dengan nunas tirta dan bija yang diiringi dengan kidung turun tirta versi Bali dan Jawa.

Setelah itu acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua PHDI. Prop. Jawa Tengah yang pada pokoknya mengucapkan terima kasih atas usaha/perjuangan Umat Hindu di Wonosobo sehingga Agama Hindu semakin berkembang. Dengan dilaksanakannya upacara Suddhi Wadani, maka bagi mereka yang telah di “Suddhi”kan berarti sudah sah beragama Hindu. Lebih lanjut ditegaskan, bahwa sebenarnya Upacara Suddhi Wadani ini adalah upacara untuk “Kembali ke Agama Hindu,” karena nenek moyang kita dahulu beragama Hindu. Hal ini membuktikan bahwa Agama Hindu adalah bersifat “Anadi-Ananta” yaitu tidak berawal dan tidak berakhir. Untuk itu beliau mengajak Umat Hindu untuk senantiasa belajar lebih banyak tentang ajaràn-ajaran Agama Hindu dan menerapkannya secara baik dan benar dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam kesempatan itu pula Ketua PHDI. Prop. Jawa Tengah melantik Pengurus PHDI. Kabupaten Wonosobo masa bhakti tahun 2002 -2006 yang terdiri dari :
Ketua : I Wayan Wirjana, SH.,
Wakil Ketua : Trisno Dwijo,
Sekretaris Suharno Wismoyo,
Wakil Sekretaris: Hartito,
Bendahara : I Made K. Sukarsa dan
Wakil Bendahara : Paryanto, serta dilengkapi dengan beberapa bidang.

Dharma Wacana disampaikan oleh Bimas Hindu, Kanwil Depag. Prop. Jawa Tengah (Bpk. Drs. Sujaelanto) yang menguraikan 3 (tiga) kerangka dasar Agama Hindu yaitu Tatwa, Susila dan Upacara. Lebih lanjut dijelaskan bahwa Tattwa dijabarkan dalam Ajaran Panca Srada yaitu Percaya dengan adanya Tuhan/Sang Hyang Widhi, Atma, Karma Phala, Punarbawa / Reinkarnasi, dan Moksa. Susila dijabar dalam ajaran Trikaya Parisudha yaitu Berpikir, Berkata dan Berbuat yang baik dan benar. Dan Upacara dijabarkan dalam ajaran Panca Yadnya yaitu : Dewa Yadnya, Rsi Yadnya, Pitra Yadnya, Manusa Yadnya dan Bhuta Yadnya. Beliau telah menje-laskan secara panjang lebar inti-inti ajaran Agama Hindu tersebut dalam Bahasa Jawa sehingga mudah dipahami dan dimengerti oleh seluruh umat. Pada akhirnya beliau mengajak kepada seluruh Umat Hindu untuk selalu mengamalkan ajaran Trikaya Parisudha dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tujuan hidup kita yaitu Moksartham Jagadhita (kebahagiaan di dunia dan akhirat) dapat tercapai kemudian upacara Suddhi Wadani ditutup dengan doa selanjutnya ramah tamah dan makan bersama (dhahar kembul).

Demikian laporan tentang Upacara Suddhi Wadani di Kabupaten Wonosobo. Ap abila ada kekurangan kami mohon maaf. OM Santih, Santih, Santih, OM. (Suharno) WHD No. 425 Juli 2002.

 

 
< Prev   Next >
"));