Logo PHDI Pusat
Rasayana, Vajikarana dan Pemasukan Obat Print E-mail

Rasayana, Vajikarana dan Pemasukan Obat
Oleh: Ngurah Nala (Universitas Hindu Indonesia)

Di samping obat dan pengobatan terhadap penyakit dengan cara dhatu vaisamya, mengobati langsungjaringan tubuh yang sakit, ada pula cara lain, yakni dengan meningkatkan derajat kesehatan tubuh secara umum. Cara ini disebut rasayana dan vajikarana. Cara ini tidak khusus dipergunakan untuk mengobati atau menyembuhkan suatu penyakit tertentu, tetapi penggunaannya lebih ditekankan untuk meningkatkan derajat kesehatan secara keseluruhan dan untuk melawan berbagai penyakit secara umum. Dengan cara ini diharapkan tubuh akan mampu melawan setiap gangguan yang mengusik kesetimbangan yang telah ada di dalam dirinya.

Rasayana
Obat atau makanan yang mempunyai kemampuan memberikan rasa dan dhatu yang tinggi terhadap tubuh dalam Ayurveda disebut rasayana. Secara awam sering rasayana ini disamakan dengan tonikum untuk obat awet muda. Manfaat dan rasayana ini dalam kehidupan sehari-hari dipergunakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, meningkatkan tenaga atau kekuatan, mempertahankan kemudaan atau agar tetap awet muda, menambah daya ingat dan mencegah penyakit.

Menurut Reshi Sushruta, sebaiknya ketika memberikan obat rasayana ini, pada orang muda maupun orang yang umurnya setengah baya, tubuh orang tersebut dibersihkan terlebih dahulu. Yang dimaksudkan dengan pembersihan tubuh ini ialah sneha, tindika (pencahar) dan vanti (muntah). Alat pencernaannya dibersihkan, baik lambungnya melalui muntah maupun ususnya melalui diare atau menceret. Orang yang belum dibersihkan bagian dalam badannya, sebaiknya tidak diberikan obat rasayana ini. Sebab efeknya akan lain dari yang diinginkan. Malahan dapat menurunkan kekuatan, mengurangi daya tahan tubuh, bahkan dapat mempercepat ketuaan.

Vajikarana
Berlainan dengan rasayana, yang meningkatkan kekuatan, vajikarana ini meningkatkan kejantanan seorang lelaki, sehingga seperti seekor vaji (kuda jantan). Itulah sebabnya obat ini sering disebut sebagai obat kuat. Seorang muda yang sehat, jika secara teratur meminum obat vajikarana, dapat menikmati kemudaannya setiap malam dalam segala musim. Orang tua yang ingin kembali muda, ingin menikmati kegairahan seksual yang menyenangkan, menderita kelemahan syahwat akibat umur tua, kemampuan seksual menurun dapat memanfaatkan pengobatan vajikarana ini. Obat jenis ini tidak terbatas hanya pada pria saja, wanitapun dapat mempergunakannya untuk membangkitkan gairah seksualnya.

Pemasukan Obat
Dalam kitab Ayurveda, pemakaian obat dapat dimasukkan ke dalam tubuh melalui mulut, hidung, mata, anus, lubang kemaluan lelaki atau vagina untuk wanita. Obat tersebut dapat dalam bentuk kering maupun basah.

Vasti Karna
Dalam Ayurveda dikenal pula cara pengobatan dengan memasukkan ramuan obat ke dalam tubuh melalui anus atau dubur. Teknik atau cara memasukkan ramuan obat yang cair ini dengan mempergunakan bantuan kantung kencing (vasti, bhasti) binatang. Kantung kencing binatang yang sering dipergunakan untuk tujuan ini adalah yang berasal dari binatang kerbau (mahisa), sapi (go) atau kambing (chaga). Sebuah pipa, ujung satunya dimasukkan melalui anus (gudaustha) ke dalam usus besar (gudam) pasien. Kantung kencing diperas atau dipijit sehingga obat mengalir ke luar melalui pipa lalu masuk ke dalam usus orang sakit.

Dalam kitab Sushruta Samhita diberikan rincian tentang jenis pipa yang dipergunakan untuk tujuan vaji karma ini. Panjang pipa sebaiknya 6 jari jika dipakai untuk keperluan pengobatan pada bayi berumur 1 tahun. Panjang pipa bertambah sesuai dengan pertambahan umur bayi. Anak umur 8 tahun panjang pipanya 8 jari dan anak umur 16 tahun panjang pipanya 10 jari. Demikian pula dengan bentuk pipa. Pada salah satu ujungnya mempunyai tonjolan ke luar seperti labu kecil, dengan diameter sebesar satu setengah jari untuk anak umur 1 tahun, seluas dua jari untuk anak umur 8 tahun dan dua setengah jari untuk anak umur 16 tahun. Lubang pipa yang akan dimasukkan ke dalam anus, sebesar bulu burung gagak untuk anak umur 1 tahun, sebesar bulu burung elang untuk anak umur 8 tahun dan sebesar bulu burung merak untuk anak umur 16 tahun. Pipa ini dibuat dari logam, terutama logam tembaga atau besi, bahkan dapat pula dari logam emas dan perak. Dapat juga dibuat dari gading, tulang atau tanduk binatang. Ada pula yang bahannya dibuat dari kayu, asal tidak mudah patah. Pipa yang dipergunakan untuk vasi karma harus lurus, halus dan licin, agar obat mudah mengalir di dalamnya dan tidak melukai anus. Bentuk pipa semakin mengecil ke arah bagian yang dimasukkan ke dalam anus, dengan maksud tekanan dari kantung kencing pada cairan obat semakin membesar ke arah anus. Dengan demikian obat akan memancur ke dalam usus besar.
WHD No. 450 Juli 2004.

 

 
< Prev   Next >
"));