|
Balipost – Minggu, 10 Mei 2009. Anugerah dan sebuah Pertanyaan... K I N TAM A N I Dimanakah Cintamaninya Bali ? HULU tubuh manusia adalah kepala. Walau tidak persis sama, kepala itu berbentuk bulat seperti bumi. Mata hidung lidah kuping, termasuk kulit, terdapat di kepala. Wajah yang juga ada di kepala menyebabkan bulatan seperti bumi itu memiliki apa yang disebut muka dan belakang. Akan sulit menentukan muka belakang bila seandainya tidak ada wajah. Sama sulitnya menunjuk mana muka dimana belakang pada bulatan bumi. Itulah konon salah satu sebab, bulatan seperti itu disebut cakra, yang berarti lingkaran menghadap ke semua sisi. Tapi dalam wacana kepala, bukan muka bukanbelakangitu yang signifikan. Muka dan belakang itu penting, tapi ada yang lebih dipentingkan, yaitu isi kepala. Apakah isi kepala? Jenis jawaban yang akan didapat sangat tergantung kepda siapa pertanyaan itu ditujukan. Seorang pakar biologi akan mengatakan di dalam kepala itu ada otak Seorang Otak-ologi akan menjelaskan dengan sangat terperinci apa dan bagaimana syaraf-syaraf jaringan otak itu. Tapi para yogi, kawi dan wiku punya penjelasan tersendiri tentang isi kepala. Secara singkat, penjelasan beliau kurang lebth seperti berikut ini. Kepala itu seperti sebuah pulau yang jarang didatangi oleh manusia yang bukan petualang-batin sejati. Sudah tentu karena pulau-kepala itu sangat angker. Barisan tujuh gunung (saptaparwata) ada di dalam kepala itu berwujud sangat halus. Sungai-sungai suci yang di dalam mantra-mantra disebut saptagangga mengalir meliuk-liuk di sela-sela gunung-gunung tinggi menjulang itu. Juga di dalam kepala itu ada danau-danau rahasia, yang selain menampung air aliran sungai suci, juga mengalirkannya kembali ke sekujur tubuh. Pendek kata, banyak misteri di dalam kepala yang menyebabkan siapa saja berani menelurusinya akan ”hilang” di dalam misteri itu, karena sang penelusur itu konon akan menjadi bagian dan misteri itu sendiri. Ketika Ia menjadi bagian dan misteri itu, saat itulah ia dikatakan telah “mengetahui”. Inti dari semua lukisan isi kepala itu, atau inti dari misteri kepala itu, menurut para yogi, kawi, dan wiku adalah Cintamani. Cin adalah pikiran. Mani adalah permata. Cintamani adalah permata pikiran. Cintamani itulah sari. Itulah yang sejatinya dirindukan oleh para yogi, kawi dan wiku. Permata itulah yang diutak-atik, diusap-usap, dipandangi, direnung-renungkan terus-menerus, tak henti-henti siang dan malam, tejaga dan termimpi. Bila permata pikiran itu telah digosok, dibersihkan, maka ia akan menampakkan kesejatiannya: bercahaya, cemerlang, bervibrasi, berkekuatan gaib. Dengan permata pikiran bernama Cintamani itu, maka konon sangat dipercayai bahwa akan datang apa yang ditunggu, akan terbukti apa yang dikatakan, akan terjadi apa yang dipikirkan, akan didapat apa yang diinginkan. Kemampuan gaib seperti itulah yang disebut siddhi. Seperti itu secara singkat apa yang dikatakan para yogi, kawi dan wiku tentang isi kepala. Seperti itu pula penjelasan yang akan didapat di dalam shastra, tattwa, dan sumber-sumber tertulis lainnya. Sepertiitujuga yang sering didiskusikan oleh para penekun shastra di dalam forum-forum kecil yang mereka buat. Jadi, bukan sesuatu yang baru. Lalu apa? Di dalam sebuah pulau yang bernama Bali ada satu wilayah yang entah karena apa dan sejak kapan bernama Kintamani yang menurut ilmu bahasa sama dengan Cintamani. Wilayah itu ada di kabupaten Bangli Seperti Cintamani dalam uraian di atas, Kintamani itu juga dikelilingi gunung dan bukit-bukit, aliran sungai di sela-sela gunung dan bukit, dan juga danau yang menampung dan mengalirkan air. Bukan hanya itu, Kintamani juga sering terbungkus oleh kabut (mesaput hima) sehingga pada saat-saat seperti itu sering Kintamani itu tidak kelihatan. Tapi bila kabut-kabut itu pelan-pelan menipis dan hilang, maka nampaklah kecemerlangan Kintamani yang indah dan berkekuatan gaib. Tentang kemdahan alam Kiatamani banyak orang sudah membuktikannya. Tapi tentang kekuatan gaibnya, man kita telusuni di Danu (danau) Batur yang terbentang di “bawah” Kintamani. Banyak penjelasan yang didapat dan dibuat orangtentangDanuitu.Salah satunya adalah dua kata maya denawa (mohon dipahami bukan sebagai nama dalam sejarah-babad, -pen). Maya adalah sebutan untuk kekuatan gaib dari alam semesta. Maya inilah yang dalam Tantra disebut Shakti. Sedangkan kata danawa berarti ”yang lahir dari Danu”, ”turunan Danu”. Singkat kata, antara Kintamani dan Danu terdapat hubungan yang bukan hanya bersifat fisik-geografis, tapi hubungan mistis-metafisik. Ini baru salah satu penjelasan yang kita dapatkan dari Shastra. Penjelasan lainnya tentu masih ada dan masih harus ditemukan, dan tidak melulu harus dari Shastra. Kintamaninya Bali ada di Bangli. Di manakah Cintamaninya Bali? Tidak setiap pertanyaan mesti dijawab. Karena anugerah dari sebuah pertanyaan adalah ketika pertanyaan itu membuat kita terus memutar pikiran yang tidak mesti untuk sebuah jawaban. “Tuhan”, begitu pinta seorang filosuf, “jangan berikan aku jawaban tapi berikan aku pertanyaan”. Tentu saja Tuhan tidak menjawab. ibm dharma palguna. |