Logo PHDI Pusat
Depag Selenggarakan Dharma Sadhana Jambore Bernuansa Hindu yang Pertama Print E-mail

Balipost – Rabu, 24 Juni 2009
Depag Selenggarakan Dharma Sadhana
Jambore Bernuansa Hindu yang Pertama

Denpasar (Bali Post) –
Modernisasi dan globalisasi dewasa ini kita dihadapkan pada suatu tantangan dan perkembangan, baik yang disebabkan oleh daya dinamik dari dalam ataupun karena persentuhan dengan kebudayaan dari luar yang telah menyebabkan perubahan tertentu, terutama pergeseran paradigma sosial.
 
Dalam rangka mengantisipasi pengaruh perkembangan era keterbukaan tersebut untuk membentuk sikap mental siswa-siswi sebagai generasi muda yang merupakan tumpuan harapan masa depan bangsa, maka perlu di-stimulus kegiatan bernuansa agama. Kanwil Departemen Agama melalui bidang Pendidikan Agama Hindu menyelenggarakan Pasraman Dharma Sadhana/Jambore bernuansa Hindu yang pertama.
 
Ajaran agama bukanlah teoretis dan bersifat hafalan be]aka. Namun semestinya diaplik sikan dalam keseharian hidup, sebagai makhbik sosial dalam berinteraksi Dengan kedudukan dan fungsinya yang khas Pasraman Dharma Sadhana dinilai menjadi salah satu alternatif yang memiliki pengaruh signifikan dalam merevitalisasi sikap mental para siswa-siswi dalam menghadapi era globalisasi.
 
Kegiatan Dharma Sadhana tingkat SMP yang dilaksanakan dan tanggal 20 s.d. 22 Juni diikuti dan masingmasing kabupaten berjumlah 35 siswa-siswi, 2 official, 2 juri dan didampingi oleh Kasi Pendidikan Agama Kandepag Kabupaten/Kota se-Bali. Jumlah seluruh peserta sebanyak 315 orang ditampung di SMP Negeri 2 Tianyar, Kecamatan Kubu, Karangasem.
 
Sambutan Gubernur Bali dalam acara pembukaan Dharma Sadhana tingkat SMP yang dibacakan Staf Ahli Gubernur bidang Pemerintahan Drs. I Ketut Canang, M.Si. mengharapkan agar kegiatan ini dapat dijadikan landasan dalam mewujudkan harkat dan jati diri sebagai seorang Hindu yang menegakkan nilai-nilai estetika.
 
Gubernur Bali juga berharap agar kegiatan ini dapat dijadikan ajang menempa diri dan membuka wawasan generasi muda tentang konsep herbudaya dan beragama Hindu.
Selama perkemahan herlangsung peserta diajak mengikuti Yoga Asanas, melaksanakan kebersihan lingkungan dan tempat suci, dharma tula, pentas kesenian, kunjungan ke panti asuhan serta penanaman pohon. Sementara kegiatan yang dilombakan adalah dharma wacana, dharma widya (pengetahuan umum tentang agama), pembacaan sloka, membuat upacara (pejati), serta olimpiade agama.
 
Di akhir sambutannya, Gubernur Bali menyerukan bangkitlah nilai-nilai kemanusiaan dengan menumbuhkan integritas diri karena adanya integnitas diri inilah merupakan faktor sangat menentukan kelangsungan hidup umat manusia, baik rasa pengabdian, pembangunan segala bidang serta optimisme menghadapi berbagai tantangan, siap mengisi berbagai peluang dalam setiap usaha yang jelas arahnya bagi peningkatan kualitas hidup dan kehidupan.
Kegiatan selanjutnya yakni dharma sadhana tingkat SMA akan dilaksanakan bertempat di Lapangan Dusun Alas Sari Desa Pakraman Bangkah, Desa Pacung, Kecamatan Tejakula, Buleleng pada tanggal 26 s.d. 28 Juni 2009. Menurut rencana acara akan dibuka Dinjen Bimas Hindu Departemen Agama RI, Prof. Dr. IBG Yudha Triguna, M.S. (r/*)

 

 
< Prev   Next >
"));