Logo PHDI Pusat
Mereka Menggali dan Mewariskan Tradisi Print E-mail

Budaya - Minggu, 05 Juli 2009 | BaliPost
Mereka Menggali dan Mewariskan Tradisi
Made Taro dan Granoka Terima Anugerah Kebudayaan

PADA Jumat (26/6) lalu, bersamaan dengan dibukanya pameran "Pekan Produk Kreatif Indonesia 2009", bertempat di Jakarta Convention Center Assembly Hall, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono menyerahkan penghargaan Anugerah Kebudayaan kepada 30 orang seniman/budayawan Indonesia. Di antara yang mendapat penghargaan itu terdapat dua seniman dari Bali, yakni Made Taro dan Ida Wayan Oka Granoka.

Anugerah Kebudayaan tahun ini (2009) meliputi empat kategori -- maestro seni tradisi, hadiah seni, pelestari dan pengembang warisan budaya, dan anugerah anak/pelajar yang berprestasi di bidang kebudayaan. Kategori maestro seni tradisi berjumlah sembilan orang, di antaranya dua dari Bali, sisanya dari Sulawesi Utara, Sumatera Utara, Bengkulu, Sumatera Barat, Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.

Penekanan penilaian dari kategori maestro itu adalah jasa-jasa mereka menggali dan mewariskan pengetahuan dan keterampilan kepada generasi muda yang telah dilakukannya sejak puluhan tahun.

Kegiatan Bercerita

Made Taro yang lahir di Sengkidu, Manggis, Karangasem, 16 April 1939 memulai kegiatannya bercerita tahun 1973. Kemudian kegiatan itu berkembang bukan saja dengan kegiatan bercerita tetapi juga bermain, bernyanyi dan berteater. Kegiatan itu ditampung melalui wadah yang disebut Sanggar Kukuruyuk yang didirikannya pada 15 April 1979.

Tayangan perdana di televisi Denpasar adalah operet yang mengangkat cerita rakyat "Kaki Cubling" yang dibingkai, diramu dan dipadukan dengan permainan rakyat dan nyanyian rakyat. Selain menggarap tayangan-tayangan di televisi dan pentas dalam event tertentu, Taro juga melanglang buana mendongeng sambil bermain, dari kota-kota -- Denpasar, Padang dan Jakarta -- hingga ke desa-desa terpencil.

Dalam mendongeng sambil bermain bersama-sama anak miskin, anak cacat dan anak-anak yang menderita korban bencana itu, Taro selalu menekankan penanaman nilai-nilai moral yang berkepribadian Indonesia dan pengembangan sikap optimistik menghadapi masa depan. Ketika ditugasi mengajar di beberapa sekolah di Darwin, Australia, Taro mempergunakan kesempatan itu untuk memperkenalkan cerita rakyat Nusantara dan seni cungklik Bali.

Selain kegiatannya sehari-hari menulis di koran, majalah, dan mengasuh sanggar, Taro juga telah menulis lebih dari 30 judul buku yang terbit di Bali, Jakarta dan Yogyakarta. Di antara buku-bukunya yang mendapat penghargaan nasional dan daerah itu, ada yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Dari proses panjang yang tak pernah melelahkan itu, Taro dinilai memberikan kontribusi dan warisan budaya kreatif bagi generasi mendatang.

Total Teater

Ida Wayan Oka Granoka, lahir di Budakeling, Bandem, Karangasem, 4 Maret 1949. Melalui Bajra Sandhi, sanggar kreativitas seni yang didirikannya pada 5 Oktober 1991, Granoka melahirkan karya seni total teater yang sarat dengan filosofi. Yang dimaksud dengan total teater adalah seni pertunjukan yang memadukan tabuh, tembang, dan dalang sekaligus.

Salah satu karya seninya adalah "Imen-imen Pulina Bali" terdiri dari Sekaa Gender Madu Suara Sandhi, Sekaa Gending Bajra Suara Sandhi, dan Sekaa Barong Bajra Jnyana Sandhi. Kegiatan kreativitas seni yang didukung oleh istri dan putra-putrinya ini selalu menampilkan filsafat seni yang tenggelam dalam yoga musik.

Menurut Granoka, yoga tidak selalu harus dilakukan dengan sikap diam, hening dan konsentrasi penuh (meditasi), namun juga dapat dilakukan dengan tari, tabuh, dan tembang, sehingga seluruh penari, penabuh dan penembang menjadi pelaku yoga. Tujuannya adalah mencapai seni pembebasan, seni yang membangun etika lebih tinggi yakni spirit keTuhanan.

Kegiatan seni yang berpusat di Desa Batukandik itu berlangsung puluhan tahun tak putus-putusnya. Bagi tim penilai, Granoka telah menanamkan filsafat seni, dan memberikan kontribusi yang sangat berharga untuk diwariskan kepada generasi seterusnya. (kmb/tin)

 
< Prev   Next >
"));