Logo PHDI Pusat
Pengantar Weda Print E-mail
Article Index
Pengantar Weda
Page 2
Page 3
Page 4
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
Page 9
Page 10
Page 11
Page 12
Page 13
Page 14
Page 15

KODIFIKASI WEDA

Pengumpulan berbagai mantra menjadi himpunan buku-buku adalah merupakan usaha kodifikasi Weda. Sloka-sloka yang ribuan banyaknya telah diturunkan ke dunia ini tidak diturunkan sekaligus atau bersamaan ditempat yang sama, melainkan tidak bersamaan dan dari jaman ke jaman meliputi ribuan tahun. Untuk mencegah agar sloka-sloka itu jangan hilang dan selalu dapat diingat banyaklah usaha-usaha dilakukan untuk menyusun atau mengumpulkan sloka-sloka itu.

Didalam menyusun kembali ribuan sloka-sloka itu tidaklah mudah mengingat umur yang sudah tua dan kemungkinan telah banyak hilang. Ilmu menulis baru dikenal tidak lebih dari + 800 S.M. sehingga dapatlah dibayangkan kalau sloka yang telah turun 2000 -1500 S.M. sampai pada saat penulisannya banyak kemungkinan telah terjadi. Disinilah kesukaran-kesukaran yang dijumpai oleh Para Wipra atau Maha Rsi didalam menghimpun dan mensistematisir isinya. Kodifikasi yang dilakukan terhadap sloka-sloka Weda memiliki sistem yang khusus. Kalau kita perhatikan sistem kodifikasi itu ada beberapa kecenderungan yang dipergunakan sebagai cara perhimpunannya yaitu :

  • Didasarkan atas usia sloka-sloka termasuk tempat geografis turunnya sloka-sloka itu.
  • Didasarkan atas sistem pengelompokan isi. fungsi dan guna mantra-mantra itu.
  • Didasarkan atas resensi menurut sistim keluarga atau kelompok geneologi.

Berdasarkan sistem pertimbangan materi dan luas ruang lingkup isinya itu jelas kalau jumlah jenis buku Weda itu banyak. Walaupun demikian kita harus menyadari bahwa Weda itu mencakup berbagai aspek kehidupan yang diperlukan oleh manusia.

Maha Resi Manu membagi jenis isi Weda itu kedalam dua kelompok besar yang disebut
1) Weda ruti dan
2) Weda Smrti.

Pembagian dalam dua jenis dipakai selanjutnya untuk menamakan semua jenis buku yang dikelompokkan sebugai kitab Weda baik secara tradisional maupun secara institusional ilmiah. Dalam hal ini kelompok Weda Sruti merupakan kelompok buku yang isinya hanya memuat “Wahyu” (sruti) sedangkan kelompok kedua Smrti adalah kelompok yang sifat isinya sebagai penjelasan terhadap “Sruti”. Jadi merupakan “manual”, buku pedoman yang isinya tidak bertentangan dengan sruti.

Kalau kita bnadingkan dengan ilmu politik, “Sruti”, merupakan UUD-nya Hindu sedangkan “Smrti” adalah UU. pokok dan UU. pelaksanaannya adalah Nibandha.
Kedua-duanya merupakan sumber hukum yang mengikat yang harus diterima. Oleh karena itu Bhagawan Manu menegaskan didalam kitabnya Manawadharmaastra II. 10.

Srutistu wedo wijneyo dharmasastram tu wai smrtih. te sarwarthawam imamsye  tathyam dharmahi nirbabhau.

Artinya :
Sesungguhnya Sruti (Wahyu) adalah Weda demikian pula Smrti itu adalh dharmaastra, keduanya harus tidak boleh diragukan dalam hal apapun juga karena keduanya adalah kitab suci yang menjadi sumber dan hukum suci itu. (dharma).

Tentang sistem ini akan lebih tampak kalau kita mendalami tiap-tiap materi isi Weda itu. Untuk mempermudah sistem pembahasan materi isi Weda itu, dibawah ini akan dibicarakan tiap-tiap bidang pembagian oleh Bhagawan Manu, Manawadharmasastra H, 6, 10, yaitu yang membedakan jenis Weda itu kedalam bentuk :

(A) Sruti dan
(B) Smrti.

Untuk dapat memahami selurub materi yang dikodifisir didalam kedua bidang Weda itu, berikut ini akan kami uraikan berturut-turut satu persatunya, sebagai terurai dibawah ini.




 
< Prev   Next >
"));