Logo PHDI Pusat
Pesta Bola Dunia Print E-mail

Buda Wacana - Balipost Minggu, 27 Juni 2010
Pesta Bola Dunia

Pesta bola dunia, yang berlangsung empat tahun sekali, sudah dimulai. Hingga sekarang saya belum pernah menyaksikan kesebelasan yang berlaga karena saya bukan pecandu bola, yang menunggu hingga larut malam. Walaupun demikian, permaianan sepak bola pernah menjadi bagian hidup saya ketika duduk di bangku sekolah. Semua anak-anak sekolah diajak untuk bermain bola, merebut bola dan berusaha memasukkan ke gawang lawan.

Walaupun bukan pecandu, pesta bola dunia telah menarik perhatian saya; setidak-tidaknya mengikuti acaranya melalui berita di media cetak atau mendengarkan gosip kawan yang lain. Mendengar kabar tentang kesebelasan yang kalah dan yang menang, atau berita lainnya. Pesta bola dunia telah menyihir ratusan juta orang di seluruh dunia, menunggu pertandingan, bahkan mempersiapkan diri dengan seperangkat televisi yang baru atau ikut acara nonton bareng.

Bagi saya, permainan sepak bola memberikan banyak pelajaran tentang hidup dan kehidupan ini setidaknya berdasarkan pengamatan yang bisa dilakukan. Kita tidak tahu, apakah dibalik semua itu ada permainan yang mengatur agar sebuah kesebelasan mengalami kekalahan atau kemenangan sehingga melahirkan berbagai skandal dalam dunia olaraga.

Sepak bola adalah sebuah permainan kelompok. Setiap individu yang terlibat mempunyai perananan masing-masing dan turut ambil bagian dalam menciptakan kemenangan bagi kelompoknya. Mereka tidak bisa mengatakan bahwa penyerang yang paling melelahkan dan menjadi penjaga gawang merupakan tugas yang paling ringan. Semuanya mempunyai peranan masing-masing untuk mencapai tujuan bersama.

Kondisi seperti ini juga berlaku dalam kehidupan, di sebuah organisasi, di sebuah perusahaan besar atau kecil, dan juga dalam diri kita sendiri. Kehidupan kita sangat tergantung dengan orang lain. Apa pun kehebatan yang kita miliki, kita tidak bisa menghidupi diri sendiri. Kita membutuhkan orang lain—secara langsung maupun tidak langsung. Kita membutuhkan petani di desa, pedagang di pasar, pembantu yang memasak, dan sebagainya sehingga kita bisa makan dan minum setiap hari. Demikian banyak orang yang telah memberikan andil kepada diri kita --orangtua dan keluarga besar di rumah, guru di sekolah, sahabat di lingkungan sosial, dan pihak lainnya--sehingga kita bisa menjadi seperti sekarang.

Dalam sebuah pertandingan, kita benar-benar tidak pernah tahu siapa yang akan menang dan siapa yang akan kalah. Kita hanya bisa memperkirakan apa yang akan terjadi berdasarkan catatatan dan pengalaman para pemain yang terlibat. Kesebelasan yang diunggulkan bisa saja mengalami kekalahan yang telak ketika melawan kesebelasan yang tidak pernah terdengar namanya.

Hidup kita juga demikian. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa mendatang; termasuk yang akan terjadi dalam jangka waktu satu jam ke depan, atau sepuluh menit ke depan. Semua orang hanya bisa memperkirakan peristiwa yang mungkin terjadi berdasarkan pengalaman yang ada dan kondisi yang sudah dilakukan. Semua perhitungan tersebut hanya ada di atas kertas namun sulit untuk menjadi kenyataan yang sesungguhnya. Guru agung kita telah menyatakan bahwa hidup ini tidak pasti; hanya kematian yang pasti.

Sepak bola juga mengajarkan bahwa tidak ada kemenangan yang abadi. Semua kesebelasan pasti pernah mengalami kekalahan, kegagalan, terpuruk, dan kondisi buruk lainnya. Kemenangan dan kalahan datang silih berganti.

Kehidupan juga demikian. Tidak ada kondisi kehidupan yang baik untuk selamanya. Setidak-tidaknya ada delapan kondisi kehidupan yang terus menerus terjadi dan bisa terjadi pada semua orang; untung atau rugi, kaya atau miskin, dipuji atau dicela, sehat atau sakit, dan berbagai kondisi lainnya. Tidak ada kondisi yang abadi untuk selamanya karena hidup ini terus mengalami perubahan, hidup ini anicca, tidak kekal, dan terus berproses.

Banyak orang yang tidak bisa menerima kekalahan dari kesebelasan favoritnya. Banyak orang yang tidak bisa menerima ketika kemalangan terjadi dalam hidup. Kita tidak bisa menerima fenomena kehidupan ini karena tidak memetik pelajaran dari segala sesuatu yang ada di alam semesta ini.

Sesungguhnya masih banyak hal yang bisa dipelajari dalam permainan sepak bola. Bagi Anda pengemar bola, nikmati setiap pertandingan yang ada dengan tenang seimbang. Tidak kecewa dengan kekalahan yang terjadi dan tidak bersuka cita secara berlebihan dengan kemenangan tim pujaan. Memang demikianlah hidup ini dan kita harus siap menerima peristiwa yang terjadi dengan pikiran yang tenang seimbang. [Dhana Putra]

 
< Prev   Next >
"));