Logo PHDI Pusat
G. KETETAPAN MAHASABHA V TAHUN 1986 Print E-mail
 

KETETAPAN MAHASABHA V

NOMOR : III/TAP/M.SABHA/1986

TANGGAL : 27 Pebruari 1986

TENTANG

TATA KEAGAMAAN

 

I. TEMPAT SUCI.

1. Perlu menjabarkan Ketetapan Maha Sabha III Nomor : III/TAP/PHDP/1973 mengenai "Standarisasi ketentuan Bangunan Pura" sebagai berikut : Meletakkan Tempat Suci/Pura mengarah kepada matahari terbit/matahari terbenam/gunung/laut, serta penataan fungsi bagian-bagian Pura beserta bangunan/pelinggih.

2. Bangunan-bangunan Pura dan Pelinggih sedapat mungkin didasarkan atas ketentuan dalam Pustaka Asta Kosala, Asta Kosali, Asta Bumi dan Dewa Tatwa.

3. Menetapkan suatu tata cara masuk ke tempat suci/Pura sesuai dengan Ketetapan Pesamuhan Agung Parisada Hindu Dharma Nomor : 015/Tap/IV/PA/PHDP/1984 dengan tidak mengabaikan dresta setempat.

4. Agar butir 1, 2, 3 tersebut dapat dilaksanakan dipandang perlu untuk disusun petunjuk pelaksanaannya agar dapat segera dimasyarakatkan.

5. Perlu pengadaan Setra merupakan bagian tak terpisahkan dari Pura Dalem/Prajapati dalam kegiatan upacara Pitra Yadnya.

II. KAWIKON.

1. Perlu disusun tata cara pelaksanaan Pediksan.

2. Agar disusun sesana Pinandita berdasarkan sastra agama yang ada serta dresta yang berlaku.

3. Perlu disusun tata cara pemujaan dalam penyelesaian yadnya bagi Pinandita

III. PENGALANTAKA.

Setelah berlangsungnya Karya Eka Dasa Rudra di Pura Besakih pada Tilem Caitra Warsa 1900 tanggal 28 Maret 1979, perlu mengadakan peninjauan sistim pengalantaka.

IV. YADNYA/UPACARA.

1. Perlu disusun standarisasi upacara dan upakara dalam Panca Yadnya dengan memperhatikan Ketetapan Maha Sabha II Nomor : V/Kep/PHDP/1968 dan Ketetapan Maha Sabha IV Nomor : V/Kep/PHDP/1980 tentang Tata Keagamaan.

2. Melaksanakan Ketetapan Maha Sabha II Nomor : V/Kep/PHDP/1968 mengenai Tata Cara Penyumpahan dan segera disusun aturan pelaksanaannya.

3. Memasyarakatkan perayaan upacara keagamaan, khususnya Siwa Ratri.

4. Sikap tangan dalam Tri Sandhya.

Ada tiga jenis sikap tangan dalam melakukan pemujaan terhadap Sang Hyang Widhi yaitu :

Mudra, anjali dan mamustika karana.

Mudra : dipakai oleh Sulinggih di dalam mapuja.

Anjali : dipakai dalam sembahyang.

Mamustika karana : dipakai dalam melakukan Tri Sandhya atau dalam mengucapkan mantra-mantra tertentu.

Dengan demikian maka sikap tangan dalam melakukan Tri Sandhya adalah Memustikarana.

5. Segera disusun petunjuk tentang tata cara pelaksanaan pengesahan pawiwahan dan perceraian umat Hindu.

6. Agama Hindu tidak menolak kemajuan teknologi sepanjang tidak bertentangan dengan ajarannya, oleh karena itu perlu dirumuskan adaptasi antara perkembangan masyarakat/kemajuan teknologi dengan ajaran agama Hindu.

 

 
< Prev   Next >
"));