Logo PHDI Pusat
Tuhan Turun Beravatara Melindungi Ciptaan-Nya Print E-mail

wedavakya
Tuhan Turun Beravatara Melindungi Ciptaan-Nya

Satvikesu puraanesu, mahaatmyam adhikam Hareh
Raajasesu ca maahaatmyam adhikam Brahma no viduh.
Tadvadagnesca maahaatmyam taamasesu Sivasya ca
Samkiirnesu Sarasvatyaah pitranaam ca nigayate
.
(Matsya Puraana.53.68-69)

Maksudnya: Menurut Purana yang dipuja untuk menjaga Guna Satvika adalah Deva Visnu. Untuk menjaga Guna Rajah adalah Deva Brahma dan untuk menjaga Guna Taamas pujalah Agni sebagai Deva Siva. Pujalah Devi Sarasvati untuk Pitra.

Dalam Agama Hindu ada ajaran bahwa Tuhan Yang Mahaesa itu beravatara. Dalam Bhagawad Gita IV.7 dan 8 dinyatakan bahwa Tuhan akan turun menjelma ke bumi bila adharma menguasai dharma.

Tujuan Tuhan menjelma ke bumi pada setiap zaman (yuga) adalah untuk melindungi orang-orang baik (saadhuunaam) dan memusnahkan orang-orang jahat (duskrtaam). Dalam Sloka Bhagawad Gita ini tidak digunakan istilah Avatara tetapi ''Srjami aham'' artinya Tuhan menciptakan diri-Nya sendiri. Kata Avatara dalam bahasa Sansekerta berasal dari kata ''ava'' artinya turun dan ''tara'' artinya menyeberangi. Dengan demikian Tuhan beravatara artinya Tuhan turun berada pada ciptaan-Nya. Seperti yang dinyatakan dalam Matsya Purana di atas bahwa Tuhan turun menjadi Tri Murti yaitu Brahma, Visnu dan Siva sebagai Guna Avatara. Tujuan Tuhan menjadi Guna Avatara adalah untuk menuntun umat manusia mengendalikan Tri Gunanya agar manusia tidak dibelenggu oleh Tri Guna. Bhagawad Gita XIV.5 mengingatkan bahwa Satvam, Rajah dan Tamah adalah Tri Guna yang muncul dari Prakerti dan dapat mengikat manusia di bumi ini. Karena itu Tri Guna itu harus dikendalikan agar tidak membelenggu sang diri di bumi ini. Kalau Tri Guna itu dikendalikan maka dapat menjadi media untuk membantu meningkatkan kualitas rohani Sang Diri. Dalam Lontar Tattwa Jnyana dinyatakan bahwa kalau Citta dikuasi oleh Guna Sattwam dan Rajah maka Guna Sattwam mendorong orang berniat baik dan Guna Rajah mendorong orang berbuat baik, pahalanya sorga. Untuk mencapai hal itu kendalikan Tri Guna dengan memuja Tuhan sebagai Guna Avatara. Di samping Guna Avatara Tuhan juga turun sebagai Purusa Avatara, Manwantara Avatara, Yuga Avatara, Lila Avatara, Amsa Avatara dan Sakti Avesa Avatara.

Purusa Avatara adalah Tuhan turun sebagai jiwa agung dari Tri Loka ini. Purusa artinya jiwa. Purusa Avatara adalah Parama Siwa sebagai jiwa agung Swah Loka, Sadha Siwa sebagai jiwa agung Bhuwah Loka dan Siwa sebagai jiwa agung Bhur Loka.

Manwantara Avatara adalah Tuhan turun untuk menjadi Manu Avatara pada setiap Manwantara. Brahma Purana menyatakan bahwa satu hari Brahman selama 14 (empat belas) Manwantara. Setiap Manwantara lamanya 71 (tujuh puluh satu) Maha Yuga. Satu Maha Yuga lamanya empat zaman yaitu Kerta, Treta, Dwapara dan kali Yuga. Satu Maha Yuga lamanya 4.320.000 tahun manusia. Dewasa ini alam berada pada Manwantara ke tujuh dari empat belas Manwantara.

Yuga Awatara adalah Tuhan beravatara juga di setiap Yuga. Matsya Purana menyatakan zaman Kerta Yuga Tuhan menjelma sebagai Dewa Brahma, Treta Yuga sebagai Ravi, pada zaman Dwapara Yugasebagai Wisnu dan pada zaman kali sebagai Maheswara. Ada juga Ganesa Purana menyatakan bahwa Dewa Ganesa menjelma pada zaman Kerta sebagai Mahotkata Vinayaka, zaman Treta sebagai Sri Mayures, zaman Dwapara sebagai Sri Gajaanana dan jaman Kali sebagai Sri Dhumraketu. Dalam buku Anandadayi dinyatakan zaman Kerta Tuhan turun sebagai Narayana dan manusia tidak punya musuh karena ada dalam lindungan dharma sepenuhnya. Zaman Treta sebagai Sri Rama dan manusia sudah mulai ada musuh seperti Sri Rama musuhnya di Alengka. Zaman Dwapara sebagai Sri Krisna, musuh manusia sudah dalam keluarga, seperti Pandawa musuhnya Korawa sepupunya sendiri. Sedangkan Zaman Kali sebagai Sahasra nama atau ribuan nama. Musuh manusia Zaman Kali sudah masuk ke dalam lubuk hati setiap orang. Zaman Treta, Sri Rama menggunakan senjata Kodanda sebagai pemusnah manusia jahat. Zaman Dwapara, Sri Krisna menggunakan senjata Sudharsana Cakra memunahkan manusia jahat. Zaman tidak mungkin menggunakan kekerasan dengan pembunuhan menegakan dharma. Karena sebagain terbesar manusia kemasukan adharma dalam hati sanubarinya. Senjata yang pantas dipakai menurut Swami Satya Narayana adalah senjata kasih sayang (Prema Vahini ) yang disemaikan ke dalam lubuk hati sanubari setiap orang.

Lila Avatara artinya Tuhan turun menjelma tidak seperti manusia biasa. Manusia biasa menjelma untuk diberi kesempatan untuk memperbaiki hidupnya. Kalau Avatara menjelma untuk melindungi dharma dan orang-orang baik. Kalaupun dia kena hukum-hukum alam seperti bisa sakit sedih, bisa tua dan juga bisa meninggal itu sebagai Lila atau bercanda saja bagi Avatara.

Amsa Avatara artinya Tuhan menjelma tidak penuh seperti Purna Avatara. Adanya orang-orang istimewa baik kecerdasannya maupun kesuciannya sampai memiliki kharisma yang luar biasa dan menjadi contoh dan idola dunia. Lahirnya para pemimpin yang hebat dan sukses dalam berbagai bidang kehidupan sebagai Amsa Awatara. Ada Resi atau pandita ada juga para ilmuwan penemu berbagai bidang keilmuan yang amat berguna bagi kemanusiaan.

Sakti Avesa Avatara adalah adanya berbagai kekuatan yang lebih dari biasanya pada berbagai ciptaan Tuhan. Adanya tumbuh-tumbuhan tertentu yang memiliki keistimewaan seperti jadi bahan obat-obatan, ada kayu atau daun yang memiliki khasiat kesucian. Demikian juga ada hewan yang disebut hewan suci, ada juga batu-batu mulia dengan memiliki vibrasi yang luar biasa. Sakti Avesa Avatara sebagai penjelmaan Tuhan untuk tujuan khusus yang bersifat temporer. Seperti Dewa Wisnu juga pernah menjelma sebagai Nara Singa khusus menjelma untuk memusnahkan Hiranyakasipu Raja Raksasa yang mengaku dirinya Tuhan. Tidak ada Tuhan selain dirinya. Kecongkakan Raja Raksasa ini karena dapat anugrah Dewa Brahma. Akhirnya terbunuh juga oleh Nara Singa Avatara Dewa Wisnu.

Demikianlah Tuhan akan senantiasa beravatara melindungi ciptaanya yang senantiasa berusaha dan memujanya.

[Weda Wakya – Balipost Minggu, 8 Mei 2011, Ketut Wiana].

 
< Prev   Next >
"));