Semua Orang Sama dan Berhak Jadi Pendeta Print E-mail

Denpasar (Bali Post, Senin Kliwon 10 September 2007)

Setiap orang berhak menjadi pendeta. Karena secara filosofis, semua manusia itu sama, meski secara sosiologis belum. Demikian ditegaskan Dirjen Bimas Hindu Prof. Dr. Ida Bagus Yudha Triguna, S.U. dalam ceramah umumnya pada Pendidikan Calon Pandita yang diselenggarakan PHDI Bali, Maha Warga Bhujangga Waisnawa Pusat dan IHD Negeri Denpasar, di aula Kanwil Departemen Agama Propinsi Bali, Minggu (9/9/2007) kemarin.


Pendidikan calon pandita yang diikuti oleh berbagai warga di Bali ini merupakan pendidikan tahap kedua, berlangsung sejak 26 Agustus hingga 11 November 2007. Sedangkan pendidikan tahap pertama telah berlangsung 3 Juni hingga 11 Agustus lalu, bertempat di Sekolah Perhotelan Bali.

Mengingat menjadi pandita adalah hak semua orang, Yudha Triguna mengingatkan agar mereka yang kebetulan lahir di geria-geria tidak perlu lagi membanggakan diri. Sebaliknya harus selalu mengisi diri dengan pendalaman agama dan spiritual. "Ke depan, manusia akan dihargai karena kemampuan dan kualitas dirinya, bukan hanya karena lahir di geria," tegasnya.

Mengutip teori Samuel Huntington tentang "Benturan Antar-Peradaban", Yudha Triguna mengingatkan bahwa di Bali pun terjadi pertemuan berbagai budaya etnis yang harus dikelola secara bijak dengan meningkatkan kesadaran dan persatuan. Dalam kaitan itulah, pendidikan calon pandita menjadi penting. "Hanya dengan persatuan, khususnya di antara sesama umat Hindu, kita akan memperoleh kemajuan. Dan, kemajuan yang paling penting adalah kedalaman spiritual," ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan calon pandita yang sedang berjalan ini. Dirjen Bimas Hindu menjanjikan dukungan dana untuk pendidikan tahun depan, serta bantuan sejumlah genta. Oleh panitia penyelenggara, genta-genta tersebut akan diserahkan kepada para peserta yang paling awal me-dwijati setelah pendidikan tahap kedua yang diikuti sekitar 90 orang peserta ini berakhir. (r/*)

 
< Prev   Next >