Logo PHDI Pusat
Teologi dalam Susastra Hindu Print E-mail
Article Index
Teologi dalam Susastra Hindu
Page 2
Page 3
Page 4
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
Page 9
Page 10
Page 11
Page 12


Diuraikan proses terciptanya alam semesta dari unsur Pañca Mahà Bhùta serta para Dewa penguasa penjuru, penguasa bintang, bulan dan matahari  (33-40). Dijelaskan keesaan Tuhan Yang Maha Kuasa dengan beberapa kutipan mantram pemujaan (38-44). Uraian tentang proses dari para Bhùta menjadi Dewa penguasa penjuru, wujud, warna dan sthananya (44). Selanjutnya uraian tentang terciptanya manusia, para Dewa ikut mengambil bagian, ada yang menciptakan kulit, tulang, daging dan sebagainya. Bhaþàra Brahmà menciptakan makhluk berkaku empat (binatang), Viûóu menciptakan berbagai jenis ikan, Úiva menciptakan berbagai jenis tumbuh-tumbuhan, gunung, tegal, dan sebagainya (45-56). Diceritakan turunnya Bhaþàrì Durgà yang menakutkan beserta pengiringnya menciptakan kejahatan, BhaþàraPrêtañjala menjelma menjadi Kàla yang menakutkan, beraneka rupa Bhùta pengiring Bhaþàra Kàla, juga cerita Kandapat Bhùta yang menguasai berbagai poenjuru dunia dan para Bajaò yang mengganggu manusia  (57-112). Para Dewa utamanya menjelma menjadi Pàóðava, Kurúika menjadi Dharmatanaya, Garga menjadi Bhìma, Metri menjadi Arjuna, Kuruúya menjadi Nakula, Prêtañjala menjadi Sahadeva. Masing-masing Dewa juga menjelma menjadi tokoh-tokoh Ràmàyaóa, Kurúka menjadi Satrughna, Garga menjelma menjadi Lakûmaóa, Metri menjadi Bharata, Kurusya menjadi Ràma, Prêtañjala menjadi Daúaratha. Uraian tentang Rvabhineda, penjelasan berbagai janis pandita (viku), diakhiri dengan penjelasan bahwa manusia sesungguhnya bersaudara dengan berbagai jenis makhluk hidup di alam semesta ini serta pemujaan kepada para Dewa Pencipta alam semesta tersebut (113-126). Berdasarkan isi dari kitab ini maka teologi yang diajarkan adalah teologi penciptaan alam semesta dengan penekanan untuk mengembangkan kasih sayang kepada semua makhluk dan alam semesta (lingkungan alam) yang semuanya merupakan ciptaan-Nya (Hooykaas, 1974:10-48).

V PENUTUP

5.1 Simpulan

Teologi dalam Ssusastra Hindu meliputi teologi dalam Susastra Sanskerta dan Jawa Kuno atau Kawi. Teologi dalam Susastra Sanskerta meliputi Itihàsa yang terdiri dari Ràmàyaóa dan Mahàbhàrata. Ràmàyaóa karya Mahàrûi Vàlmìki terdiri dari 7 Kàóða (buku), sedang Mahàbhàrata karya Mahàrûi Vyàsa terdiri dari 18 Parva (buku). Di samping itu kitab-kitab Puràóa yang terdiri dari Mahàpuràóa (18 buah buku) dan Upapuràóa (18 buah buku), kitab-kitab Dharmaúàstra atau Småti, kitab-kitab Āgama, Tantra, dan Darúana, utamanya Brahmà Sùtra dan Bhagavadgìtà.


Dalam kitab-kitab tersebut tampak Tuhan Yang Maha Esa disebut Nirguóa Brahman dan Saguóa Brahman, yang tampak sama dengan konsep Immanent atau Impersonal God, dan Transcendent atau Personal God. Tuhan Yang Nirguna tidak dikaji  karena Acintyarùpa, yakni wujudnya tidak terpikirkan, yang di dalam kitab-kitab Upaniûad disebut Neti-Neti, yangartinya tidak ada pengertian yang tepat untuknya, sedang Tuhan Yang Saguna disebut Brahmateja, berwujud cahaya, disebut Dewa-Dewi dan digambarkan sebagai Personal, berpribadi, dan karenanya berbagai atribut melengkapi wujud-wujud-Nya. Para Dewa adalah manifestasi atau Udbhava-Nya, Tuhan Yang Maha Esa, oleh karena demi untuk kepentingan Bhakti dan Karma Màrga, maka Tuhan Yang Maha Esa digambarkan kehadiran-Nya melalui wujud Para Dewa dan Dewi yang jumlahnya cukup banyak.


Dalam tataran  kitab-kitab Tattva di Bali, tampak karakter kitab-kitab ini bersifat Úaivaistik atau Úaiva Siddhànta yang memberi warna kehidupan umat Hindu di Bali dewasa ini. Walaupun demikian, pemujaan kepada Para Dewa dan Para Dewi yang digambarkan berpribadi sangat dominan bagi umat Hindu di Bali, sama pula halnya dengan umat Hindu di India atau di belahan dunia lainnya. Pemujaan Tuhan Yang Impesonal umumnya dilakukanoleh para Yogì atau Pandita yang memahami teologi Hindu secara mantap.


5.2 Saran-Saran

Mengingat terbatasnya buku refeensi diajukan saran-sarana sebagai berikut. (1) Diusahakan penerjemahan kitab-kitab atau teks asli berbahasa Sanskerta atau Inggris ke dalam Bahasa Indonesia, demikian pula teks asli berbahasa Jawa Kuno, masih banyak yang belum diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. (2) Sering dilakukan simposium, seminar, atau lokakarya membahas teologi susastra Hindu, karena cakupan atau lingkup materinya sangat luas. (3) Meningkatkan penataran Dosen yang mengampu mata ajar Teologi atau Brahmavidyà, mengingat bidang ilmu ini merupakan hal yang baru sebagai program studi di Institut Hindu Dharma dan di Lembaga Pendidikan Tinggi Hindu lainnya.

DAFTAR PUSTAKA


Adian, Dony Gahral. 2001. Tealogi, Spiritualisme, dan Keberpihakan pada Perempuan dalam Jurnal Perempuan Untuk Pencerahan dan Kesetaraan. Nomor 20 tahun 2001. Jakarta: Yayasan Jurnal Perempuan.

Adian, Dony Gahral,  2001. Arus Pemikiran Kontemporer. Yogyakarta: Jalasutra.

Apte, P.V. 1987. Student Sanskrit English Dictionary. New Delhi: Motilal Banarsidass.

Cika, I Wayan. 2006. Kakawin Sabhàparva, Analisis Filologis. Denpasar: Pustaka Larasan.
Connoly, Peter (Ed).2002. Aneka Pendekatan Studi Agama, Pengantar Ninian Smart, Yogyakarta: LKiS.

Culson, J.Carr C.T.Lucy Hutchinson and Dorothy Eagle. 1989. The New Oxford Illustrated Dictionary. United Statesof America, New York: Oxfor University Press.

Goudriaan, T. 1980. Sanskrit Texts and Indian Religion in Bali, dalam Jurnal Vivekananda Kendra Patrika, Madras, India: February, 1980

Hooykaas, C. 1974. Cosmogony and Creation.  Amsterdam: The Hague Martinus Nijhoff.

Mahadevan.T.M.P. 1984. Outlines of Hinduism, Bombay: Chetana.

Radhakrishnan, S.1990. The Principal Upaniûads. Bombay, India: Oxford University Press.

Radhakrishnan, S.1990a. Eastern Religions and Western Thought. Delhi: Oxford University Press.

Raghuvìra.1957. Sarasamuccaya: An Old Javanese Didactict Text, New Delhi, India: International Academy of Indian Culture.

Sudarshana Devì Singhal. 1957. Våhaspati-tattva: An Old Javanese Philosophical Text, Critically Edited and Annoted. New Delhi: International Academy of Indian Culture.

Sudarshana Devì Singhal. 1958. Gaóapati-tattva. Old Javanese Philosophical Text, Critically Edited and Annoted. New Delhi: International Academy of Indian Culture.

Sudarshana Devì Singhal. 1962. Tattvajñàna and Mahàjñàna: An Old Javanese Philosophical Text, Critically Edited and Annoted. New Delhi: International Academy of Indian Culture.

Titib, I Made. 1996. Veda, Sabda Suci, Pedoman Praktis Kehidupan,  Surabaya: Penerbit Paramita.

Titib, I Made. 2001. Teologi dan Simbol-Simbol Dalam Agama Hindu, Surabaya: Penerbit Paramita.

Titib, I Made. 2004. Puràóa, Sumber Ajaran Hindu Komprehensif. Surabaya: Penerbit Paramita.

Titib, I Made. 2006. Persepsi Umat Hindu di Bali Tentang Svarga, Naraka, dan Moksa Dalam Svargarohanaparva, Perspektif Kajian Budaya. Surabaya: Penerbit Paramita.

Vettam, Mani.1989. Puranic Encyclopaedia. New Delhi: Motilal Banarsidass.

Whaling, Frank.  2002. “Pendekatan Psikologis” dalam Aneka Pendekatan Studi Agama, Peter Connoly (ed). Yogyakarta: LKiS.



 
< Prev   Next >
"));