Logo PHDI Pusat
Aktualisasikan Catur Brata Penyepian Print E-mail

ImageDHARMA WACANA
HARI RAYA NYEPI 

1. Setiap tahun umat Hindu merayakan Hari Raya Nyepi dengan melaksanakan berbagai rangkaian kegiatan ritual dan spiritual, sebagai wujud pengamalan ajaran Agama Hindu yang sarat dengan makna nilai filosofis.
2. Nilai filosofis itu merupakan nilai intrinsik bagi umat Hindu, bahkan merupakan nilai universal yang dapat diaktualisasikan dalam konteks kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
3. Di dalam kehidupan bernegara, dimana bangsa Indonesia kini sedang melaksanakan karya besar " reformasi ", umat Hindu sebagai bagian dari warga bangsa wajib menginternalisasi nilai filosofis Hari Raya Nyepi uihntuk direfleksikan secara kontekstual dalam sikap luhur sebagai warga negara R. I. yang yang taat azas.
4. Dengan demikian umat Hindu akan dapat berperan dalam berbagai aktivitas luhur melalui svadharmanya atau bidang tugasnya masing - masing demi suksesnya Pembangunan Nasional yang bernuansa guyub rukun, damai dan sejahtera.

I. PENGANTAR

1. Panganjali/ salam.

2. Penghormatan kepada undangan ( Yth ……)

3. Doa mahon kebaikan :
" Om ano bhadrah kratavo yantu
visvatah ….., Tanme manah siva
samkalyam astu ". ( Rg Veda I. 89. 1 )

Semoga pikiran yang baik datang dari segala penjuru ; Semoga pikiran kita diarahkan Tuhan kepada yang baik.


II. PENDAHULUAN

1. Setiap tahun umat Hindu merayakan Hari Raya Nyepi dengan melaksanakan berbagai rangkaian kegiatan ritual dan spiritual, sebagai wujud pengamalan ajaran Agama Hindu yang sarat dengan makna nilai filosofis.
2. Nilai filosofis itu merupakan nilai intrinsik bagi umat Hindu, bahkan merupakan nilai universal yang dapat diaktualisasikan dalam konteks kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
3. Di dalam kehidupan bernegara, dimana bangsa Indonesia kini sedang melaksanakan karya besar " reformasi ", umat Hindu sebagai bagian dari warga bangsa wajib menginternalisasi nilai filosofis Hari Raya Nyepi uihntuk direfleksikan secara kontekstual dalam sikap luhur sebagai warga negara R. I. yang yang taat azas.
4. Dengan demikian umat Hindu akan dapat berperan dalam berbagai aktivitas luhur melalui svadharmanya atau bidang tugasnya masing - masing demi suksesnya Pembangunan Nasional yang bernuansa guyub rukun, damai dan sejahtera.

III. MAKNA FILOSOFIS HARI RAYA NYEPI
1. Bagi umat Hindu, perayaan Nyepi mengandung makna nilai yang sangat mendasar. Perayaan itu dilaksanakan sebagai upaya pencarian kesadaran akan hakekat kehidupan sebagai hamba Tuhan, sebagai kesatuan pribadi, dan sebagai ciptaan yang hidup di tengah - tengah kehidupan lingkungannya.
2. Dengan kesadaran itu mereka akan mewujudkan suatu kehidupan yang serba selaras, seimbang dan serasi antara raga dan jiwanya, individu dengan masyarakat, manusia dengan Tuhan, serta dengan alam lingkungan. Itulah suatu harmoni kehidupan yang berakar dari konsepsi " Trihita Karana ".
3. Sehubungan dengan itu maka rangkaian perayaan Nyepi dilaksanakan dalam empat acara atau kegiatan :
a. Pertama : Upacara " Mekiyis " yang bermakna melebur noda, menyucikan dan memuliakan kebesaran Tuhan (Sanghyang Widhi Wasa), serta memohon sari pati kehidupan bagi seluruh ciptaanNya.
b. Kedua : Upacara " Macaru " yang bermakna membersihkan alam guna mencapai harmonisasi kosmos.
c. Ketiga : Mengamalkan " Catur Brata " untuk menemukan kesadaran akan jati dirinya sebagai kesatuan pribadi yang utuh.
d. Keempat : Melaksanakan " Ngembak Ghni " dan " Dharmasanti " sebagai wujud rasa damai dalam kehidupan di dunia ini.

 

4. Pengamalan " Catur Brata " dilaksanakan dengan " menyepi diri ", tidak melakukan kegiatan kerja (amati karya), tidak bepergian (amati lelunganan), tidak bersenang - senang (amati lelangunan), tidak menyalakan api (amati ghni) yang bermakna mengekang hawa nafsu melalui pengendalian indra dan pikiran.
Kitab suci pancamo veda II. 58 menyatakan :
" YADA SAMHARATE CA'YAM
KURMO'NGANI'VA SARVASAH
INRIYANI 'NRIYARTHEBHYAS
TASYA PRAJNA PRATISTHITA "
Artinya : Bagaikan penyu menarik kaki dan kepala ke dalam tubuhnya, ia menari semua indranya dari segenap obyek keinginannya, maka dengan demikian jiwanya akan menjadi seimbang.

Dalam koondisi jiwa yang seimbang, ia merenung dilubuk hatinya yang terdalam, untuk menemukan jati dirinya, memantapkan keimanan dan ketakwaan atau Sraddha dan Bhaktinya kepada Sanghyang Widhi Wasa agar jiwanya menjadi bersih dan tenang, serta terbebas dari penderitaan.
" PRASADE SARVA DUHKHANAM
HANIR ASYO 'PAJAYATE
PRASANNA CETASO HYASU
BUDDHIH PARYAVATISTHATE " (Bh.G.II.65)
Artinya : Dalam jiwa yang bersih hening, segala derita-sengsara akan Sirna. Pikiran seseorang yang jiwanya bersih, bersemayam teguh dalam ketenangan.
5. Dalam jiwa yang bersih hening di saat Nyepi, manusia ibarat kepompong menjelang metamorfosa. Setelah menjadi kupu-kupu, ia terbang menjelajah alam, hidup dengan mengisap madu pada sari bunga, tanpa kebuasan, keserakahan, dan keangkuhan.
Demikianlah halnya umat Hindu, ketika Nyepi ia ibarat kepompong, tenang, diam, hening, menyatu dengan jiwa yang suci, menanti kehadiranNya yang penuh kesejukan. Merasakan sinar suci Hyang Widhi seakan hadir dalam air tanpa tepi, tenang menyejukkan dan menggugah kesadaran jiwa.
Setelah menemukan kesadaran akan jati dirinya, ketika hari Ngembak Ghni mereka memulai hidup baru dengan sikap mental yang kukuh, penuh kesadaran untuk mengabdi kepada Sanghyang Widhi wasa, mengabdi dalam kehidupan keluarga, masyarakat, bangsa dan negara dengan sikap penuh persahabatan dan kedamaian yang dilambangkan dengan pelaksanaan " Dharma santi ".

IV. KEWAJIBAN SEBAGAI WARGA NEGARA
1. Kesadaran mengabdi yang merupakan refleksi sikap mental yang bersumber dari nilai filosofis Hari Raya Nyepi tidak hanya diwujudkan dalam kepatuhan mengamalkan ritual agama atau kewajiban beragama, namun juga kewajiban untuk mengabdi kepada bangsa dan negara tidak boleh diabaikan, karena ini merupakan " Dharma " yang wajib hukumnya.
2. Dalam mengamalkan Dharma dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, azas yang diwujudkan dalam sikap :
a. Satya Ing Nagara : Setia kepada negara, dalam hal ini Negara Kesatuan RI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Kesetiaan ini dapat diwujudkan apabila setiap umat Hindu memiliki kesadaran nasional yang mengakui kebhinekaan dan selalu berupaya mengabdi demi cita - cita bangsa dan tujuan nasionalnya
b. Bhakti Aprabhu : Tunduk dan taat kepada Pemerintah yang menjalankan Undang-Undang untuk kejayaan bangsanya. Menurut Veda setiap warga negara diwajibkan mengabdi kepada negara atau pemerintahnya. Kitab suci Yajurveda IX.40 menyatakan :
" MAHATE KSATRAYA MAHATE JYAISTHAYA
ASMAI VISAH ESAVO AMI RAJA "
Artinya : Kepala negara dinobatkan untuk perlindungan atas rakyatnya guna mencapai kejayaan bangsa, maka rakyat wajib mengabdi kepada kepala negara/ pemerintah yang melindunginya.

Di dalam Atharva veda XII.1.62 lebih ditegaskan lagi dengan anjuran :
" VAYAM TUBHYAM BALIHRTAH SYAMA "
Artinya : Korbankanlah hidup ini demi kejayaan bangsamu.
c. Prathivi Arcana : Menghormati dan mencintai Tanah Air, karena menurut Veda dinyatakan bahwa kita adalah putra-putra dari Ibu Pertiwi yang sesungguhnya tak pernah menyakiti kita
" MATA BHUMIH PUTRO 'HAM PRTHIVYAH "
( Atharva veda XII.1.12 )
d. Arcanamu svarajyam : Menghormati kemerdekaan bangsanya dengan berupaya mewujudkan cita-citanya ( Rgveda I.80.1 )
3. Dharma dalam kehidupan bernegara harus diamalkan oleh umat Hindu dengan penuh keyakinan, walau tantangan bahkan ancaman menghadang dihadapannya. Petunjuk Veda memberikan semangat kepada setiap manusia dengan ungkapan sloka berikut ini :
" ASMANVATO RIYATE SAM RAMAGHVAM
UTISTHATA PRA TARATA SAKHAYAH
ATRA JAHAMA YE ASANASEVAH
SIVAM VAYAM UTAREMABHI VAJAN "
( Rgveda I.53.8 )
Artinya : Sungai berbatu mengalir terus, berdirilah tegak ! Seberangi hai kawan. Tinggalkan mereka yang berfikiran keliru,agar kita mendapat kekuatan yang berguna.
4. Sebagai warga negara bangsa yang merdeka, umat Hindu harus pantang surut dalam menunaikan tugas kewajiban atau " svadharma " sebagai rakyat atau warga negara Negara Kesatuan Republik Indonesia, dimanapun dia berada. Di dalam menghadapi karya besar bangsa Indonesia, yaitu melaksanakan reformasi dalam segenap aspek kehidupan nasional maka umat Hindu wajib berperan aktif untuk mensukseskan pelaksanaannya, demi tetap tegaknya kemerdekaan dan kedaulatan bangsa Indonesia. Pelaksanaannya harus dilandasi oleh kejujuran, kebenaran dan keadilan karena Sanghyang Widhi Wasa selalu memancarkan sinar suci - Nya untuk menegakkan kejujuran, kebenaran dan keadilan, sebagaimana dinyatakan didalam RgVeda X.121.9 yang berbunyi:
" MA NO HIMSIJ JANITAYAH PRTHIVYAH
YO VA DIVAM SATYA DHARMA JANANYAYA"
Artinya : Pencipta bumi yang tak pernah menyakiti, memancarkan sinar suci - Nya dalam menegakkan kejujuran, kebenaran dan keadilan rakyat.
5. Untuk itulah setiap umat Hindu perlu mengaktualisasikan nilai filosofis Catur Bratha Nyepi secara kontekstual dalam kehidupan nasional yang dilandasi kejujuran, kebenaran dan keadilan, demi terwujudnya kedamaian dan kesejahteraan yang menjadi cita - cita kita bersama.
" Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1923 "
Semoga Sanghyang Widhi Wasa selalu melindungi kita semua.
6. untuk itu marilah kita persembahkan daun kehidupan dan bunga bhakti kita yang murni kepada Tuhan, bangsa dan negara, mari kita serahkan buah karya kita yang terbaik demi kejayaan bangsa, serta marilah kita persembahkan air mata kasih yang suci ke segenap penjuru agar rasa kesatuan dan persatuan kita makin kukuh, dan cita - cita menuju ketertiban dunia yang berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial dapat diwujudkan.

V. PENUTUP
Akhirnya marilah kita menundukkan kepala, memuja Tuhan Yang Maha Kuasa memohon semoga Dia menganugrahkan kedamaian sejati.
" OM DYAUH SANTIR ANTARIKSAM SANTIH
PRTHIVI SANTIR APAH SANTIR
OSADHAYAH SANTIH VANASPATAYAH SANTIR
VISVE DEVAH SANTI BRAHMA SANTIH
SARVAM SANTIH,
SANTIR EVA SANTIH SA MA SANTIREDHI
(Yajurveda XXXVI.17)


Artinya : Ya Tuhan, semoga damai di sorga di angkasa, damai sejahtera di bumi, semoga air, tetumbuhan dan tanaman menjadi sumber kedamaian, semoga Tuhan menganugrahkan kedamaian, semoga kita semua damai sejahtera dalam Tuhan. Ya Tuhan semoga dimana - mana ada kedamaian dan semoga suasana damai sejahtera itu datang kepada kami.
Om Santih Santih Santih Om.

 

 

 
< Prev   Next >
"));