Logo PHDI Pusat
"Pujawali" di Pura Jagatnatha Jembrana Print E-mail
"Pujawali" di Pura Jagatnatha Jembrana

Pujawali di Pura Jagatnatha Jembrana dilaksanakan Selasa (8/8) kemarin, bertepatan dengan Purnamaning Sasih Karo. Pujawali ini di-puput Ida Peranda Geria Buruan. Selain pujawali, juga dilaksanakan melaspas enam bangunan dan lokasi baru.

Menurut Ketua Pengempon Pura Jagatnatha, I Made Wessen, bangunan dan lokasi yang di-pelaspas antara lain wantilan, tempat parkir, taman, pintu gerbang, gong, dan Pura Beji. Untuk pecaruan dan melaspas sudah dilaksanakan Minggu (6/8) lalu.

Karya pemelaspas dan pujawali ini melibatkan 64 bendesa se-Jembrana. Dana yang dihabiskan sekitar Rp 50 juta. Sumber dana antara lain dari Pemkab Jembrana dan Gubernur Bali, tandas Wessen yang juga Ketua Majelis Madya Pakraman Jembrana.

Dia juga mengatakan dengan adanya tambahan bangunan di Pura Jagatnatha, ke depan Pura Jagatnatha bisa menjadi pusat pengembangan Hindu di Jembrana. Taman yang ada di sekitar Pura selain dipakai tempat rekreasi juga bisa dijadikan tempat belajar bagi siswa.

Kegiatan penunjang lain yang juga sudah dilaksanakan adalah mengadakan penataran Mangku dan tukang banten se-Jembrana. Untuk mewujudkan obsesi pusat pengembangan tersebut, Wessen terus berharap adanya sumbang saran dari berbagai elemen.

Sementara itu, Bupati Jembrana dalam sambutan yang dibacakan Wabup I Putu Artha mengatakan melalui piodalan ini semoga apa yang dilaksanakan selalu mendapat lindungan yang disebut kebahagian hidup. Bupati juga berharap kesucian pura digunakan untuk penerangan hidup.

Pembangunan fisik di Pura Jagathatha harus dibarengi dengan pembangunan mental dan spiritual. Apa yang kita lakukan harus senantiasa menuju kesukertian jagat, ujar Putu Artha.

Pekelem

Sementara itu, di pantai Pengambengan dilaksanakan pekelem yang diikuti umat Hindu serta doa bersama yang melibatkan semua umat beragama. Sekda Jembrana I Gde Suinaya mengatakan doa bersama bertujuan mohon keselamatan agar Jembrana dijauhkan dari bencana.

Belakangan ini bencana terus terjadi. Wilayah pesisir Jembrana yang panjangnya sekitar 77 km sangat rawan. Karena itu, kita semua harus berdoa mohon agar di Jembrana tidak ada bencana, tandasnya. (kmb19)

Source : balipost

 
< Prev   Next >
"));