Logo PHDI Pusat
"Purnama Kapat" bagi Umat Hindu Print E-mail
"Purnama Kapat" bagi Umat Hindu

Kiriman dari: Putra Semarapura
http://www.balipost.com/balipostcetak/2007/9/27/b15.htm

Revitalisasi "Swadarma" dan Penyucian Diri
Bali Post/eka
MELASTI - Umat Hindu melaksanakan pemelastian saat piodalan pada Purnama Kapat, Rabu (26/9) kemarin.

"Purnama Kapat" bagi Umat Hindu

Kiriman dari: Putra Semarapura
http://www.balipost.com/balipostcetak/2007/9/27/b15.htm

Revitalisasi "Swadarma" dan Penyucian Diri
Bali Post/eka
MELASTI - Umat Hindu melaksanakan pemelastian saat piodalan pada Purnama Kapat, Rabu (26/9) kemarin.

PADA Purnama Kapat, Rabu (26/9) kemarin di berbagai pura, dilaksanakan upacara piodalan. Seperti Pura Agung Dalem Tarukan Pejeng -Tampaksiring, Pura Rambut Siwi, Pura Batu Bolong Canggu Kuta, Pura Srijong Tabanan, Pura Lempuyang Madya, Pura Puncak Mundi Nusa Penida, Pura Penataran Ped, Pura Kahyangan Jagat Kancing Gumi, Pura Bhatara Tiga Sakti Penataran Besakih, Pura Pulaki Buleleng, Pura Tirta Empul Tampak Siring, dan Pura Ulun Danu Batur di Songan Kintamani. Selain itu, piodalan juga dilaksanakan pada berbagai pura paibon, kawitan maupun merajan.

Selain di Bali, umat Hindu di luar Bali juga menggelar piodalan seperti Pura Dukuh Segening Swantika Buana, Seputih Banyak Lampung Tengah, Pura Puseh Desa Mantawa Toili Sulawesi Tengah, Pura Penataran Agung Taman Mini Indonesia Indah Jakarta Timur, Pura Agung Surya Bhuana, Skyline Jaya Pura Papua, Pura Puseh Werdi Agung Demoga Bolang Mangondow Sulawesi Utara, dan Pura Meru Cakra Lombok.

Di Pura Pasraman Dalem Ketut di Lumajang Tabanan juga digelar serangkaian upacara piodalan sebagai upaya penyucian diri untuk memperkuat jati diri dan rasa terima kasih ke hadapan Hyang Widhi. Serangkaian dengan piodalan di Pura Pasraman Dalem Ketut di Lumajang Tabanan ini akan nyejer selama tiga hari dan pementasan wayang cenk blonk pada Minggu (30/9) nanti.

Pimpinan Pasraman Lumajang Satria Naradha menyatakan piodalan kali ini juga dimaknai sebagai langkah merevitalisasi pada visi dan misi didirikannya pasraman yakni menegakkan dharma, jagat Bali dan nusantara serta meningkatkan spirit budaya bangsa dan rasa kebangsaan. Selain itu, juga sebagai tonggak dalam upaya mengajegkan Bali.

Selama ini, kata dia, berbagai kegiatan pembinaan telah digelar seperti pasraman guru dan siswa ajeg Bali yang dilaksanakan secara berkala, pasraman kilat bagi siswa SD, meditasi maupun kegiatan lain yang berhubungan dengan pembinaan moral, spiritual dan peningkatan sumber daya manusia. Selain itu, pasraman Lumajang juga menyelenggarakan program beasiswa bagi anak kurang mampu yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Saat ini sedang disusun program karma yoga bagi para sarjana maupun lulusan diploma yang belum memiliki pekerjaan. Tujuan dari program ini, kata Satria, adalah untuk memperkuat jati diri dan pemberdayaan ekonomi serta usaha-usaha untuk menuju moksartham jagadhita.

Piodalan Purnama Kapat ini sebagai titik untuk memperkuat pengabdian sekaligus merancang rencana kerja ke depan. Dalam waktu dekat kami mengajak para lulusan diploma maupun sarjana untuk bergabung memperkuat jati diri sekaligus membuka lapangan kerja baru, paparnya.

Ke depan diharapkan mereka dapat menjadi kader pemimpin bangsa atau dapat melaksanakan tugas mempercepat mewujudkan cita cita proklamasi kemerdekaan RI.

Ida Pedanda Putra Keniten dari Gria Jumpung Dawan Kelod Klungkung menyatakan Purnama Kapat merupakan klimaks dari penyucian. Purnama Kapat juga dikenal dengan rahinan nadi. Oleh karena itu, dengan dasar dewasa yang suci, banyak pura yang melaksanakan piodalan pada hari tersebut. Selain itu, terkait dengan sejarah Bali, Purnama Kapat hari ini (Rabu kemarin) merupakan waktu di mana Ida Pedanda Sakti Telaga mendapatkan penyucian tepat 500 tahun lalu.

Ketua Sabha Walaka PHDI Pusat sekaligus penceramah Hindu, Drs. I Ketut Wiana, M.Ag. menyatakan Purnama Kapat sangat istimewa karena merupakan waktu yang penuh berkat di mana merupakan bulan tumbuh dan mekarnya berbagai tumbuh-tumbuhan di bumi. Purnama pada sasih kapat sebagai waktu yang sangat baik dalam siklus bumi. (upi)

Source : HDNet

 
< Prev   Next >
"));