Logo PHDI Pusat
Ditemukan, Lingga Sri Jayapangus Print E-mail

Ditemukan, Lingga Sri Jayapangus     
Written by Kelihan Banjar    
Tuesday, 17 October 2006 
Menjelang pujawali di Pura Dalem Balingkang, Desa Pinggan, Kecamatan Kintamani, Bangli pada Purnamaning Kalima, 5 November depan, muncul heboh penemuan lingga yang diperkirakan peninggalan Raja Sri Jayapangus. Lingga peninggalan Sri Jayapangus, Raja Kerajaan Balingkang (penguasa Bali Kuna di masa silam) itu, ditemukan warga, Senin (16/10) pagi.

Lingga peninggalan Raja Sri Jayapangus---Ida Sesuhunan yang berstana di Pura Dalem Balingkang---itu ditemukan di luar wilayah Desa Pinggan, yakni di Banjar Kubusalya, Desa Sukawana, Kintamani. Desa Sukawana berjarak sekitar 9 km dari lokasi Pura Dalem Balingkang, di Desa Pinggan. Lingga berbentuk persegi yang memiliki panjang 70 cm, lebar 70 cm, dan tinggi 60 cm ini ditemukan sekitar 3 meter sebelah selatan Pura Legundi Cemeng, Banjar Kubusalya. Bukan hanya lingga peninggalan Sri Jayapangus yang ditemukan. Warga setempat juga menemukan sekitar 800 keping pis bolong (uang kepeng) dan dua bilah lempeng tembaga di areal dekat penemuan lingga. Semua benda purbakala peninggalan Raja Balingkang itu ditemukan terkubur di dalam tanah. Penemuan benda purbakala peninggalan Sri Jayapangus itu bermula ketika ratusan krama Kubusalya tengah melaksanakan kegiatan gotong royong pelebaran kawasan Pura Legundi Cemeng, Senin pagi, dengan menggali dan meratakan tanah di sebelah selatan pura. Dari ratusan krama itu, tiga di antranya kakak beradik masing-masing I Wayan Munjuk, 60, I Ketut Narta, 50, dan Nyoman Subagia, 35. Ketiga warga kakak adik ini tampak terpisah dari ratusan krama lainnya yang gotong royong hari itu. Mereka inilah yang menemukan lingga peninggalan Sri Jayapangus. Ketiganya tengah mencangkul tanah guna diratakan, yang lokasinya persis berada dekat pohon dapdap, sekitar 3 meter arah selatan Pura Legundi Cemeng. Nah, saat sedang mencangkul itulah, mereka bertiga dikagetkan bunyi suara benturan keras yang bersumber dari cangkulnya masing-masing.

Cangkul yang mereka ayunkan ke dalam tanah seakan-akan membentur benda keras seperti batu. Ketiga warga kakak adik ini semakin kaget karena tidak lama berselang, mereka melihat ada onggokan seperti batu menyembul dari dalam tanah. Mereka bertiga secara spontan berbarengan berteriak, begitu melihat ada benda aneh. Mereka pun lari, sedangkan warga lainnya terpana disertai rasa ketakutan begitu melihat ada benda aneh menyembul dari dalam tanah. "Kami semua yang ada di sini (TKP) saat melihat ada benda dari dalam tanah itu merinding. Sebagian besar merasa ketakutan, bahkan banyak yang lari tunggang langgang," ungkap Wayan Munjuk, sang penemu lingga peninggalan Sri Jayapangus, yang dibenarkan ratusan krama lainnya, ketika ditemui NusaBali di lokasi penemuan lingga, Senin sore. Beberapa menit kemudian, barulah ratusan krama yang bergotong royong hari itu beramai-ramai menghampiri benda aneh dari dalam tanah tersebut. Kemudian, mereka menggali benda purbakala yang berwarna putih kecoklatan itu. Setelah semua tanah tergali, tampak jelas benda aneh itu adalah lingga yang terdiri dari tiga bagian. Bagian terbawah dan tengah berbentuk segi empat, dengan ukuran berbeda. Sedangkan bagian teratas berupa bundaran menyerupai telor. Penemuan lingga peninggalan Raja Sri Jayapangus ini sebenarnya didahului serentetan temuan benda purbakala lainnya. Sebab, sepekan sebelumnya, krama setempat juga menemukan 800 keping pis bolong di lokasi yang berdekatan. Sementara, dua lempeng tembaga ditemukan dua hari lalu, juga di sekitar tempat penemuan lingga. Hampir seluruh krama Banjar Kubusalya yang ditemui NusaBali mengatakan, sebelum dan sesudah penemuan lingga, pis bolong, dan lempeng tembaga itu, tidak ada kejadian aneh apa pun. Dan, tak satu pun warga ada yang bermimpi atau mendapatkan semacam firasat. Sementara itu, Wakil Bupati Bangli I Made Gianyar dan anggota DPRD Bangli I Made Natis, Senin sore kemarin langsung turun ke lokasi penemuan lingga dan dua benda purba kala lainnya. Mereka didampingi Kepala Desa Sukawana, I Wayan Jasa. Menurut Kades Wayan Jasa, benda-benda purbakala tersebut disuga kuat merupakan peninggalan Raja Sri Jayapangus, penguasa Bali Kuna---Istana Kerajaan di Balingkang. Diperkirakan, benda-benda tersebut dibawa Raja Sri Jayapangus dan pengikutnya ketika meninggalkan Pura Puncak Penulisan (sekitar 10 km meter dari arah Pura Legundi Cemeng) menuju Istana Kerajaan Balingkang, di Desa Pinggan. Tapi, karena satu hal, benda-benda purbakala itu ditaruh di Kubusalya, Sukawana. "Bisa saja lingga ini peningalan Raja Sri Jayapangus," ujar Wayan Jasa.

Sementara, Wakil Bupati Made Gianyar mengatakan, dengan temuan benda-benda purbakala ini, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan. Dari hasil koordinasi itu nantinya diharapkan ada semacam penelitian dari para arkeolog. "Kita akan teliti dulu melibatkan arkeolog, untuk mengetahuinya lebih dalam," ujar Gianyar. Hingga kemarin sore, lingga peninggalan Raja Sri Jayapangus, pis bolong, dan lempengan tembaga itu masih disimpan di Pura Legundi Cemeng Kubusalya. Krama setempat amat mengkramatkan benda purbakala ini. Bagaimana detail kisah di balik penemuan lingga peninggalan Sri Jayapangus? Ikuti NusaBali edisi berikutnya. (NusaBali)

 

 
< Prev   Next >
"));