Logo PHDI Pusat
Masyarakat Hindu Tengger Gelar Unan-unan Print E-mail

Masyarakat Hindu Tengger Gelar Unan-unan

PROBOLINGGO, NusaBali
Seluruh masyarakat Tengger di puncak Gunung Bromo (2.392 meter di atas permukaan laut) Probolinggo, Jawa Timur, yang selama ini dikenal sebagai penganut agama Hindu yang taat, Jumat (18/7), menggelar upacara bersih desa lima tahunan yang disebut unan-unan.

Di tengah terik matahari disaput semilir angin pegunungan, masyarakat Tengger sejak pagi berkumpul di sanggar sambil membawa sesajen untuk upacara selamatan yang dipimpin oleh seorang dukun.

Dukun di masyarakat Tengger adalah seperti halnya pendeta yang memimpin upacara-upacara keagamaan. Di lingkungan masyarakat Tengger, setiap desa memiliki dukun. Dukun biasanya dilantik bersamaan dengan pelaksanaan Yadnya Kasada.

Masyarakat Tengger yang menggelar unan-unan itu, tidak hanya yang tinggal di sejumlah desa di wilayah administratif Probolinggo, tetapi juga di wilayah lain yakni Malang, Pasuruan, maupun Lumajang.

Masyarakat Tengger dikenal memiliki upacara-upacara tradisi dan keagamaan yang cukup banyak, di antaranya yadnya kasada, kara, entas-entas, upacara pujan mubeng, upacara tugel kuncung, upacara lililwet, dan unan-unan. Masing-masing upacara tersebut memiliki maksud dan tata cara sendiri-sendiri.

Sementara itu, upacara unan-unan adalah upacara yang diselenggarakan setiap sewindu sekali. Sewindu menurut kalender masyarakat Tengger bukan delapan tahun, tetapi lima tahun. Upacara tersebut dimaksudkan untuk membersihkan desa dari gangguan makhluk halus dan menyucikan arwah-arwah yang belum sempurna, agar dapat kembali ke alam asal yang sempurna, yakni nirwana.

Kata unan-unàn sendiri berasal dari kata tuno-rugi, artinya upacara itu dapat melengkapi kekurangan-kekurangan yang diperbuat selama sewindu.

Perlengkapan upacara unan-unan di antaranya berupa nasi 100 takir (tempat nasi dari daun atau janur berukuran kecil), sirih ayu, pisang ayu, jambe ayu, sate korban 100 biji, racikan 100 buah, dan kepala kerbau.

Dalam upacara, dukun yang memimpin prosesi unan-unan membacakan mantra-mantra dalam bahasa Sansekerta. Mantra itu meliputi japa mantra nasi atau reresik, japa mantra air atau tetuwuhan, dan japa mantra mapah atau tutupan.

Prosesi unan-unan benlangsung hikmat. Masyarakat Tengger baru selesai mengikuti ritual tersebut sekitar pukul 14.00 Wib. Ant.

 
< Prev   Next >
"));