Logo PHDI Pusat
PHALA Print E-mail

PHALA
(buah)
Oleh: Ngurah Nala
Universitas Hindu Indonesia

Dalam bahasa Sansekerta semua buah dan tanaman yang besar disebut phata. Tanaman yang berbentuk pohon buahnya menurut Ayurveda termasuk dalam kelompok vanaspati. Dalam dunia pengobatan sering pula buah ini dimanfaatkan sebagai bahan obat. Ramuan obat yang bahannya berasal dan buah menurut Ayurveda ada banyak jenisnya. Buah yang memiliki kualitas yang baik serta memenuhi beberapa persyaratan lainnya amat baik dipergunakan untuk mengobati penyakit tertentu. Sebaliknya buah yang kualitasnya jelek tidak dianjurkan untuk dipergunakan sebagai bahan ramuan obat. Yang dimaksudkan dengan buah yang berkualitas jelek menurut Ayurveda adalah buah yang terlalu masak, buah yang tidak ada musimnya (berbuah tidak mengenal musim, selalu berbuah), atau buah yang terlalu muda. Jadi buah yang terlalu masak atau tertalu muda kurang khasiatnya bila dipergunakan sebagai obat. Buah jenis ini sebaiknya jangan dipergunakan sebagai bahan ramuan obat. Jikalau buah yang kualitasnya jelek ini kalau dip aksakan dipergunakan juga sebagai bahan ramuan obat atau langsung dimakan malahan dapat memperparah penyakit yang diderita. Berikut ini akan dicuplikkan beberapa contoh buahbuahan dan Ayurveda yang bermanfaat untuk bahan ramuan obat, serta sening dikonsumsi masyarakat dan mudah diperoleh di Indonesia, antara lain adalah :amra (mangga), amlika (asam), dadima (delima), naranga (jeruk), matulunga (jeruk sitrun), nimbaka (limau), narikela (kelapa), panasa (nagka), dan lain-lainnya.

Amra (Mangga)
Buah mangga tidak asing bagi masyarakat Indonesia. Daging buah amra atau mangga ini merupakan bahan obat abisyandhi, yakni penguat jantung (hrdaya). dapat juga dipergunakan sebagai penambah nafsu makan (apetiser), untuk meningkatkan rucya (nafsu makan). Sering juga dipergunakan untuk menaikkan produksi sukra (air mani, air kehidupan), dan bala (kekuatan). Daging buah amra ini tidak dapat dipergunakan untuk meningkatkan unsur pitta dan tri dosha, tetapi bermanfaat untuk menurunkan unsur tri dosha vatta, karena mengandung amla nasa (rasa asam).

Daging buah mangga yang masak, terutama yang masak dipohon, amat baik dipergunakan sebagai atisara, obat pencahar agar menceret. Dilihat dan guna dan rasa yang dikandungnya, buah ini memiliki sifat guru guna (berat), svadu nasa (manis), dan amla rasa (asam). Oleh karena itu dapat dipakai untuk meningkatkan kekuatan mencerna dan usus dan menurunkan unsur tri dosha vatta, tetapi sebaliknya unsur pitta akan meningkat.

Apabila buah ini dipenam (Bali: sekeb), khasiatnya akari berubah. Daging buah mangga yang masak akibat peraman atau karbitan, akan menurunkan unsur tri dosha pitta. Daging buah mangga yang sudah masak kemudian dikeringkan, di samping memiliki svadu rasa (manis), juga memiliki kasaya rasa (sepet) dan amla rasa (asam), sehingga dapat dipergunakan sebagai obat anti menceret.
Air perasan buah mangga atau jus mangga bila dikonsumsi langsung dapat meningkatkan bala (kekuatan) Air buah ini memiliki guru guna (berat), menurunkan unsur vatta, sehingga sering dipergunakan sebagai tindikan (pencahar), ahrdaya (tidak menguatkan jantung), amat baik sebagai tarpana (penyegar badan), juga sebagai ahara (makanan), dan meningkatkan unsur kapha.

Jika daging buah mangga ini dicampur dengan gula, air perasannya mempunyai sifat guru guna (berat) yang besar, sehingga dapat dipergunakan sebagai rucya (perangsang nafsu makan), tetapi dicerna amat lambat. Rasanya manis, sering dikonsumsi, meningkatkan kekuatan, dapat mendinginkan dan menurunkan unsur vatta.

Kalau air buah mangga ini dicampur dengan susu, akan mampu menurunkan unsur vatta dan pitta, sehingga dimanfaatkan sebagai rucya (penambah nafsu makan), meningkatkan bala (kekuatan), sita (mendinginkan) dan bersifat guru guna (berat).
Mengkonsumsi buah mangga, terutama jenis yang asam, dalam jumlah banyak akan mengakibatkan mandanala, yakni menekan kemampuan mencerna dan alat pencernaan, visama jvara (demam tak teratur), raktamaya (penyakit darah), baddagudodara (penyumbatan di rektum), dan penyakit mata.

Amravarta
Amravarta adalah air buah yang merupakan perasan dan daging buah amra atau mangga. Untuk memperoleh amravarta ini caranya adalah demikian : - daging buah mangga yang telah masak diperas di atas kain tebal bersih yang dibeñtangkan. Air perasan mangga dikucurkan di kain ini. Kain yang telah menyerap air buah mangga ini dikeringkan atau dijemur di sinar matahari. Selama dijemur, selalu dituangi air buah mangga begitu kain itu tampak kering. Amravarta ini amat bermanfaat untuk menghilangkan trsa (penyakit kehausan), chardi (muntah), serta menurunkan unsur vatta dan pitta. Dapat juga dipergunakan sebagai rucya (perangsang nafsu makan), dan sara (pencahar).

Amrabija
Amrabija adalah biji dan buah mangga. Biji ini mempunyai rasa kasya rasa (sepet), sehingga dapat dipergunakan sebagai obat chardi (muntah) dan atisara (menceret). Biji ini baik juga dipergunakan untuk hrdaya daha (dada terasa panas terbakar).
Demikianlah uraian sekilas tentang khasiat daging dan biji buah amra atau mangga yang terdapat di dalam kitab Ayurveda, kitab kedokteran Hindu yang diakui oleh dunia kedokteran sebagai cikal bakal lahirnya ilmu kedokteran modern. Sayang tidak dijelaskan Lebih rinci tentang jenis mangga apa yang dipergunakan untuk bahan obat tersebut. Apakah semua jenis mangga sama khasiatnya? tentu tidak. Oleh sebab itu perlu dikaji Iebih dalam lagi untuk memilah jenis mangga yang cocok untuk mengobati penyakit akibat ketidakseimbangan unsur tri dosha vatta pitta dan kapha.◘WHD No. 462 Juli 2005.

 

 

 
< Prev   Next >
"));