Logo PHDI Pusat
TK Hindu Yowana Widhya Mandala Diakreditasi Tingkatkan Budi Pekerti dan Disiplin Print E-mail

TK Hindu Yowana Widhya
Mandala Diakreditasi
Tingkatkan Budi Pekerti dan Disiplin
Tabanan (Bali Post) Kamis, 18 September 2008.

Satu-satunya PAUD dan TK Hindu di Tabanan yang dinaungi Yayasan Yowana Widhya Mandala, Rabu (17/9) kemarin dinilai tim akreditasi Dinas Pendidikan Provinsi Bali. Ketua tim Drs. I Made Suastawa mengaku gembira dengan perkembangan pendidikan yang baru beroperasi dua tahun tersebut. Bahkan dari beberapa TK yang sudah dikunjungi, TK Hindu dinilainya paling baik disertai dengan pengelolaan yang bagus. Beberapa saran untuk kemajuannya diberikan untuk sekolah yang berlokasi di BTN Taman Sekar, Banjar Anyar, Kediri tersebut.

TK Hindu Yowana Widhya
Mandala Diakreditasi
Tingkatkan Budi Pekerti dan Disiplin
Tabanan (Bali Post) Kamis, 18 September 2008.

Satu-satunya PAUD dan TK Hindu di Tabanan yang dinaungi Yayasan Yowana Widhya Mandala, Rabu (17/9) kemarin dinilai tim akreditasi Dinas Pendidikan Provinsi Bali. Ketua tim Drs. I Made Suastawa mengaku gembira dengan perkembangan pendidikan yang baru beroperasi dua tahun tersebut. Bahkan dari beberapa TK yang sudah dikunjungi, TK Hindu dinilainya paling baik disertai dengan pengelolaan yang bagus. Beberapa saran untuk kemajuannya diberikan untuk sekolah yang berlokasi di BTN Taman Sekar, Banjar Anyar, Kediri tersebut.

Ketua Yayasan dr. IGNB Mahayasa, Sp.Kj. didampingi pengurus yayasan lainnya mengatakan program unggulan dari sekolah Hindu tersebut adalah pengembangan ke pribadian anak dengan budi pekerti. Disiplin serta ke mandirian juga diterapkan langsung dalam proses bela jarnya, sehingga diharapkan anak akan tumbuh dengan keunggulan watak. Selain itu, katanya, sejak kecil anak akan ditanamkan dengan nilai dan ajaran Hindu serta budaya Bali. Sebab, kata Mahayasa, penanaman ajaran Hindu seharusnya sejak dm1 dan terus benlanjut sesuai dengan perkembangannya.

TK Hindu tersebut mengadopsi 30 persen kurikulum dari Departemen Agama dan 70 persen kurikulum pendidikan nasional. Sistem pengajarannya bensifat sinergi antara sekolah dan pendidikan di rumah. Dikatakan Mahayasa, dua kali sebulan dilakukan pertemuan dengan orangtua siswa. Tujuannya agar kedua belah pihak pengetahui persoalan yang dihadapi anak, baik di sekolah maupun di rumah. Demikian pula agar orang tua mendukung pelajaran yang diberikan di sekolah. “Kami ingin membangun SDM Bali dengan baik, sehingga TK merupakan saat yang baik untuk memulai,” terang Mahayasa didampingi Ida Bagus Manuaba dan Agung Suweca serta pengurus lainnya.

Untuk tahun ajaran ini, kata Manuaba yang juga mantan Kepala Dinas Pendidikan Tabanan ini, pihaknya memiliki 48 siswa dari berbagai lokasi. Sebagian besar, dengan pendidikan yang diberikan, mereka lebih taat dan mandiri. Anak-anak terbiasa mengucapkan salam secara Hindu, berdoa maupun menyiapkan perlengkapan yang biasa digunakan untuk sembahyang. Anak-anak yang benar-benar berasal dari keluarga miskin akan dibebaskan dari segala bentuk pembayaran. “Ke depan kami harapkan sekolah ini terus berkembang dan kami bisa memberikan pelayanan pendidikan terbaik,” ujar Manuaba. (kmbl4/*)

 

 
< Prev   Next >
"));