| Forum Bhisama Kesucian Pura dan Pemangku Se-Bali Segera Turun |
|
Sikapi Kasus Danau Buyan Denpasar (Bali Post) - Sekitar 20-50 elemen masyarakat khususnya peduli lingkungan dan bhisama kesucian pura akan bergerak 27 Januari mendatang. Pertama sekitar pukul 08.00 mereka akan bertemu pengurus PHDI Bali. Usai di PHDI Bali, pthaknya pukul 10.00 mendatangi Dinas Kehutanan Bali untuk mempertanyakan alih fungsi hutan dan terakhir di DPRD Bali. Selanjutnya akan diagendakan lagi peninjauan ke Danau Buyan. Baru kemudian digagas bertemu dengan DPRD dan Bupati Buleleng untuk mempertanyakan keluarnya izin pengembangan kawasan Danau Buyan. Lolosnya izin tersebut dinilai aneh, karena Gubernur Bali sebelumnya Drs. Dewa Forum Bhisama Kesucian Pura dan Pemangku Sejagat Bali ke Dinas Kehutanan Bali guna mempertanyakan sejauh mana alih fungsi hutan di sekitar kawasan Danau Buyan untuk kepentingan di luar fungsi lindung. Terlebih investor menyebut memohon rekomendasi kepada Gubernur Bali agar diizinkan memanfaatkan kawasan hutan di sekitar Danau Buyan 60 hektar. Sedangkan proposal investasi, penggagas PT Anantara akan membidik 900 hektar lahan milik Departemen Kehutanan di kawasan Danau Buyan. Menurutnya, pencaplokan lahan hutan sampai ratusan hektar selain menyebabkan kerusakan hutan juga debit air terus mengecil. Mandiranatha juga mengisyaratkan segera membentuk pengurus forum se-Bali Sejumlah tokoh menyatakan kesiapan bergabung di dalamnya. I Gusti Ngurah Mendra menyatakan siap bergabung karena danau merupakan bagian dari sad kertih yang harus disucikan umat Hindu. Sejumlah elemen dari Jembrana juga menyatakan kesiapan seperti disampaikan Ketut Sukarmen Hadi Wijaya serta Ketua Gerakan Marhaen dari Badung Drs. Ida Bagus Purwa Tatwa, SIP,, M.Si. (0291*)
|