DHARMA ASRAMA PAMANGKU DAN SARATHI BANTEN DI PONTIANAK

DHARMA ASRAMA PAMANGKU DAN SARATHI BANTEN
DI  PONTIANAK

Dinamika umat Hindu Indonesia belakangan ini dirasakan semakin membanggakanbagi kita sekalian, oleh karena keberadaan umat Hindu telah menunjukkan kebangkitan di berbagai daerah di wilayah tanah air tercinta. Hal ini terlihat pada umat Hindu yang ada di Kalimantan Barat yang terdiri atas dua belas kabupaten dan kota. Dan semua wilayah yang ada di Kalimantan Barat sampai saat ini telah ada tuju belas tempat suci (Pura) yang tersebar ke pelosok-pelosok desa di Kalimantan Barat. Kesemua tempat suci Hindu tersebut antara lain :

DHARMA ASRAMA PAMANGKU DAN SARATHI BANTEN
DI  PONTIANAK

Dinamika umat Hindu Indonesia belakangan ini dirasakan semakin membanggakanbagi kita sekalian, oleh karena keberadaan umat Hindu telah menunjukkan kebangkitan di berbagai daerah di wilayah tanah air tercinta. Hal ini terlihat pada umat Hindu yang ada di Kalimantan Barat yang terdiri atas dua belas kabupaten dan kota. Dan semua wilayah yang ada di Kalimantan Barat sampai saat ini telah ada tuju belas tempat suci (Pura) yang tersebar ke pelosok-pelosok desa di Kalimantan Barat. Kesemua tempat suci Hindu tersebut antara lain :

1) Pura Giri Pati Mulawarman, yang piodalannya jatuh pada Budha Kliwon Dunggulan, dan pura ini terletak di Desa Sungai Raya, Pontianak;
2) Pura Giri Amertha Jaya Pontianak piodalannya pada Buda Kliwon Pahang;
3) Pura Giri Kertha Buana, piodalannya pada Purnama Kadasa, yang diempon oleh umat Hindu di Kalimas Pontianak;
4) Pura Giri Penyanggar Anantasana, dengan piodalannya pada Purnama Kapat, yang diempon oleh umat Hindu di Desa Cipta Karya Bengkayang;
5) Pura Giri Purwa Dharma, yang piodalannya jatuh pada Tumpek Landep, pura ini diempon oleh umat Hindu di Desa Kamuh Ganggau Ledo Bengkayang;
6) Pura Giri Dharma Kerti, piodalannya pada Redite Umanis Ukir, pura ini terletak di desa Spandak, Sambas;
7) Pura Giri Penataran Agung, yang piodalannya jatuh pada Tumpek Wayang, yang diempon oleh umat Hindu Desa Tinom Baru Tempunak Sintang;
8) Pura Giri Luhur, yang piodalannya jatuh pada hari Minggu Umanis Kelawu, yang diempon oleh umat Hindu di Desa Londang Dedai Sintang;
9) Pura Giri Amertha Buana, piodalannya jatuh pada hari Purnama Kadasa, yang diempon oleh Desa Benawai Agung Sukadana Ketapang; Pura Dalem diempon desa Benawai Agung Sukadana Ketapang, piodalannya tiap Tilem Kawulu;
10) Pura Ulun Suwi, piodalannya pada han Purnarna Kasanga, yang diempon oleh umat Hindu di Desa Benawai Agung, Sukadana Ketapang;
11) Pura Giri Dewata Mandala Dwipa, piodalannya setiap hari Budha Kliwon Ugu, pura ini terletak di Desa Kuala Buayan Meliau, Sanggau;
12) Pura Giri Mandara Jati, yang piodalannya pada Budha Kliwon Ugu, diempon oleh umat Hindu di Desa Suka Raja Kenda-wangun, Ketapang;
13) Pura Giri Yoga Sakti, piodalannya pada Anggara Kliwon Kulantir, pura ini terletak di Desa Sembung, UPT XII SP3 Merakai Sintang; dan
14) Pura Dalem Sakti, terletak di Desa Sungai Raya, Kecamatan Sungai Raya, Kab. Kubu Raya, Pontianak (demikian diperoleh sumber data pura di Kalimantan Barat pada kantor PHDI Prov. Kalimantan Barat di Pontianak pada tanggal 15 Juli 2009).
 
Menurut Ketua PHDI Propinsi Kalimantan Barat, Ir. Putu Dupa Bandem menyatakan bahwa umat Hindu di Kalimantan Barat yang sebagian besar dari suku Dayak telah mengalami kemajuan yang sangat pesat dalam kurun waktu belakangan ini. Hal tersebut terlihat dari tatanan kehidupan beragama Hindu yang semakin mantap dan semakin berkembang. Dari tahun ke tahun bahwa umat Hindu di Kalimantan Barat telah menunjukkan peningkatan dalam hal tata kehidupan beragama Hindu. Hal itu disebutkan dalam rangkaian dengan diadakannya orientasi atau diklat (dharma asrama) bagi pamangku, tukang banten atau sarathi, dan pasraman bagi siswa-siswi beragama Hindu dari tingkat SD, SMP, dan SMA se-Kalimantan Barat di Pontianak yang bertempat di Sanggraha Wiguna Pontianak mulai tanggal 13 Juli sampai tanggal 18 Juli 2009. Pelaksanaan dharma asrama pamangku dan sarathi banten di Pontianak yang dibuka langsung oleh Dirjen Bimas Hindu Departemen Agama RI. Prof. Dr. Ida Bagus Gede Yudha Triguna, M.S., yang dalam sambutannya menyatakan bahwa sebagai pemuka agama Hindu terutama para pamangku dan sarathi banten hendaknya dapat menuntun segenap umat Hindu yang ada di Kalimantan - Barat sesuai dengan sasananya dan kewenangannya dengan dasar kebenaran (dharma), sehingga umat Hindu semakin meyakini dan selalu berbhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa (Ida Sang Hyang Widhi Wasa).
 
Pelaksanaan dharma asrama pamangku dan sarathi banten merupakan kegiatan rutin setiap tahun dilaksanakan oleh PHDI Kalimantan - Barat bersama Pembimas Hindu Kanwil Departemen Agama Propinsi Kalimantan Barat. Materi dharma asrama pamangku dan sarathi banten di Pontianak meliputi beberapa materi sajian utama, seperti:

1) Kerukunan umat beragama oleh Karo Kesos Setda Prov. Kalimantan - Barat;
2) Bahaya narkoba dan penanggulangannya oleh petugas Polda Kalimantan Barat;
3) Materi Peranan pemuda dalam pembangunan oleh petugas dan Dinas Pemuda dan Olahraga Kalimantan Barat;
4) Tattwa Upacara dan Hindu dalam Globalisasi oleh Prod. Dr. I Ketut Subagiasta, MSi.,D.Phil (guru besar IHDN Denpasar);
5) Materi Puja Nganteb, Materi Pengenalan Wariga Padewasan, dan Materi Tata Cara Pelaksanaan Nganteb Pitra Yadnya oleh Ida Pedanda Gede Nyoman Sebali Kanatan dan Mataram Lombok;
6) Materi Pengenalan Sansekerta dan bahasa Kawi oleh Pamangku Gede Tapak dan Mataram;
7) Materi Itihasa, Purana, dan Materi Tata Upacara Pewintenan oleh Drs.Ida Bagus Heri Juniawan, M.Si.;
8) Materi Susila/Sasana Kepemangkuan, Materi Praktek Kepemangkuan, dan Materi Tata Cara Upacara Sudiwidani oleh Pinandita Ir. Putu Dupa Bandem; dan
9) Materi konsep Pembangunan Pura disajikan oleh Ir. Made Agus Pertama Putra.
 
Mengawali kegiatan dharma asrama pamangku dan sarathi banten di Pontianak dilakukan upacara matur unthg di Pura Giri Pati Mulawarman Pontianak yang diikuti oleh sekitar seratus orang peserta dharma asrama kemudian dilanjutkan dengan persembahyangan bersama yang dipimpin langsung oleh Ida Pedanda Nyoman Sebali Kenatan. Pada saat upacara piuning, juga diisi dharma wacana oleh Dirjen Dirjen Bimas Hindu yang menekankan betapa pentingnya kehidupan bergama Hindu untuk dimantapkan setiap saat, seperti melalui kegiatan dharma asrama tersebut. Ditekankan bahwa menjadi pamangku dan sarathi banten bila telah dilakukan pewintenan, itu sebagai pertanda telah memakai busana suci. Busana yang suci hendaknya dimaknai dengan baik dan benar untuk diabdikan kepada umat Hindu: Kemudian pada saat pawintenan pemangku dan sarathi banten bertempat di Pura Giri Pati Mulawarman Pontianak yang dipimpin oleh Ida Pedanda Nyoman Sebali Kenatan, selanjutnya diisi dharma wacana oleh I Ketut Subagiasta tentang makna pawintenan bagi pamangku dan sarathi banten. Ditegaskan bahwa pawintenan merupakan ritual yang bermakna untuk menuju kesucian diri secara lahir dan batin. Hal itu penting dilakukan guna mewujudkan diri sebagai pamangku dan sarathi banten yang taat dan patuh pada ajaran agama Hindu. Jalan kesucian dan kebenaran merupakan upaya yang mulia untuk menuju keharmonisan hidup bagi segenap umat Hindu. Jauhkan segala macam kekotoran (pataka atau papa) pada diri dan pada lingkungan sekitarnya, oleh karena beragama Hindu mengajarkan kepada umatnya untuk mengupayakan diri dengan pikiran suci, perkataan suci, dan perilaku suci, sehingga intinya adalah untuk terwujudnya hidup dan kehidupan umat Hindu yang damai dan sejahtera lahir dan batin (santhajagadhita sakala ca niskala).
 
Kemudian menurut Drs. Ida Bagus Hery Juniawan, M.Si., Pembimas Hindu pada Kanwil Depag Propinsi Kalimantan Barat, menyatakan bahwa umat Hindu di Kalimantan Barat sangat haus dengan pembinaan kerohanian dan tata kehidupan beragama Hindu. Bila dibandingkan dengan luas wilayah propinsi Kalimantan Barat yang luasnya mencapai satu setengah kali luas pulau Jawa tersebut, sangat dirasakan kekurangan tenaga pembina secara formal, oleh karena tenaga formal, yang aktif di Kalimantan Barat termasuk Pembimas Hindu hanya berjumlah sembilan belas orang. Hal itu merupakan kendala utama baginya untuk dapat membina umat Hindu dengan baik dan mantap di Kalimantan Barat yang terpencar tempat tinggalnya di berbagai pelosok daerah di dua belas kabupaten/kota di Kalimantan Barat. Sesuai data terakhir di Kanwil Depag Kalimantan Barat bahwa umat Hindu keseluruhannya berjumlah 15.440 jiwa dengan rincian laki-laki mencapai 7.040 jiwa dan perempuan mencapai 8.400 jiwa. Dari sekian penduduk Hindu di Kalimantan Barat bahwa sebagian besar umat Hindu tinggal di kota Pontianak, di kabupaten Pontianak, dan di kabupaten Ketapang. Selebihnya lagi tinggal di kota Singkawang, di kabupaten Bengkayang, di kabupaten Sambas, di kabupaten Sintang, di kabupaten Landak, di kabupaten Kapuas Hulu, di kabupaten Sangga, dan sebagian kecil tinggal di wilayah kabupaten Sekadau dan di kabupaten Melawi.
 
Diakuinya, bahwa upaya untuk membina ke daerah-daerah di Kalimantan Barat memerlukan jiwa pengabdian yang tinggi kepada umat Hindu, selain itu tenaga pembina dikatakan masih sangat kurang, terutama tenaga guru agama Hindu dan penyuluh Hindu. Hal ini sudah diperjuangkan terus melalui jalur Departemen Agama RI, tetapi formasi untuk pengangkatan guru agama Hindu dan penyuluh Hindu kenyataannya masih terbatas. Namun demikian menurut IB Hery Juniawan sebagai putra Hindu dan Mataram Lombok, yang mengaku baru sekitar lima tahunan bertugas di Kalimantan Barat telah merasakan suka dukanya untuk membina umat Hindu. Dia mengaku sangat bersyukur bisa membina umat Hindu sampai ke pelosok-pelosok daerah di Kalimantan Barat dengan berbagai keterbatasannya, seperti tenaga penyelenggara Bimas Hindu di tingkat Kabupaten di Kalimantan Barat sama sekali belum ada, para guru agama Hindu dan penyuluh agama Hindu juga masih kurang, sumber dana pembinaan masih terbatas, dan masih banyak lagi kendala yang dihadapinya, dalam membangkitkan semangat beragama Hindu di Kalimantan Barat, salah satu upaya rutin tahunan yang terus dilakukan untuk memperbanyak tenaga-tenaga pembina umat Hindu adalah dengan melakukan dharma asrama pamangku dan sarathi banten.
 
Dalam program ke depannya oleh PHDI Propinsi Kalimantan Barat dan Pembimas Hindu Kalimantan Barat telah merencanakan pengembangan pembangunan Sanggraha Wiguna yang berlokasi di kompleks Pura Giri Pati Mulawarman Pontianak. Pada tempat itulah sebagai tempat rutin bagi umat Hindu di Kalimantan Barat untuk melakukan aktivitas sosial, aktivitas budaya, aktivitas agama Hindu, termasuk melakukan pembinaan kepada para generasi muda Hindu di Kalimantan - Barat, terutama melalui pasraman kilat, pesantian, pembinaan para tokoh adat dan agama Hindu se-Kalimantan Barat, dan kegiatan lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan sraddha dan bhakti umat Hindu di Kalimantan Barat. (I Ketut Subagiastha). WHD No. 512 Agustus 2009.