| Bhisama : Sadhaka |
|
Berdasarkan Surat Keputusan Sabha pandita Nomor: 02/Bhisama/Sabha Pandita Parisada Pusat/Xl 2002. tanggal 28 Oktober 2002, Bhisama ini diterbitkan dengan pertimbangan sebagai berikut: Sadhaka dari semua unsur Pandita/ Sulinggih difungsikan sebagai pemimpin upacara agama pada tempat-tempat pemujaan yang bersifat umum dan upacara Panca Yajna ditempat-tempat tertentu dalam arti bahwa umat secara perorangan/ keluarga ataupun kelompok/ paguyuban/ panyungsung dapat secara bebas mencaril memilih/ nuhur Pandita/ Sulinggih untuk "muput" atau memimpin upacara Yajna. Setiap Sadhaka (Pandita/ Sulinggih) apapun sebutan gelarnya adalah Brahmana Dwijati yang sudah melalui proses Diksa (Diksita) dan kepada beliau dituntut adanya kemampuan baik yang bersifat isoteris maupun eksoteris sebagai " Sang Katrini Katon ". Karena itu setiap Sadhaka atau Pandita/ Sulinggih diwajibkan untuk dapat bertindak maha patirthaning sarat (Pengayoman dan tempat umat bersandar memohon pencerahan). Dengan demikian setiap Pandita/Sulinggih akan mampu melaksanakan tugas kewajibannya seperti yang tertuang dalam ketetapan Maha Sabha II Parisada Hindu Dhanna Tahun 1968 yaitu : 1) Memimpin umat dalain hidup dan kehidupannya untuk mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan lahir dan batin. Mengingat bahwa Sadhaka itu adalah Brahmana maka bakat sifat dan perilaku yang dikembangkan harus sesuai dengan ketentuan Veda, antara lain disebutkan di dalam kitab Mahabharata III.CLXXX.21 dan Bhagavadgita XVIII.42 yang berbunyi sebagai berikut : "Satyam danam ksama silam anrsamsya tapo ghrna "Samo damas tapah saucam ksantyarjavam evaca Tedemahannya: "Yang batinnya tentram mampu menasehati diri, mengendalikan hawa nafsu, hidup suci. suka mengampuni, lurus hati, berpengetahuan, bijaksana, meyakini ajaran Veda adalah kewajiban brahmana menurut bakatnya". Sadhaka atau Pandita/Sulinggih berjuang mencapai kualitas karmanya, maka para Walaka/ umat Hindu pada umumnya wajlb memberikan penghormatan dalam wujud sikap yang etis dan santun sehingga tercipta suasana yang kondusif, sejuk, damai dalam bingkai persatuan dan kesatuan serta kebersamaan. |