Manfaat, Dalil dan Tata Cara Sholat Hajat

Sebagai makhluk yang lemah, tentu manusia memiliki banyak kebutuhan. Di antara hajat manusia, ada yang bisa diupayakan dengan mudah, dan ada yang memerlukan pertolongan. Dan sebaik-baik pertolongan adalah dari Allah Subhanahu wa ta’ala.

Salah satu cara menghadirkan pertolongan agar sebuah kebutuhan atau keinginan terpenuhi adalah dengan sholat sunnat hajat. Ini adalah jalan yang benar dan membawa keselamatan di hari akhirat, daripada meminta bantuan kepada dukun, jin atau hal yang bisa membuat syirik.

Dalil Sholat Hajat

Sayyid Sabiq Rahimahullah dalam kitabnya Fiqh Sunnah, membawakan sebuah hadits sebagai landasan sholat hajat.

وى أحمد بسند صحيح عن أبي الدرداء أن النبي صلى الله عليه وسلم قال:  من توضأ فأسبغ الوضوء ثم صلى ركعتين يتمهما أعطاه الله ما سأل معجلا أو مؤخرا

Diriwayatkan oleh Ahmad dengan sanad yang shahih, dari Abu Darda, bahwa Nabi ﷺ bersabda: “Barang siapa yang berwudhu lalu dia sempurnakan wudhunya, kemudian dia shalat dua rakaat sampai sempuna, niscaya Allah ﷻ akan mengabulkan apa yang diinginkannya baik segera atau diakhirkan.”

Hadits berikut juga sering dijadikan dalil sholat hajat. Hanya saja sebagian ulama hadits menganggapnya tidak shohih.

مَنْ كَانَتْ لَهُ إِلَى اللهِ حَاجَةٌ أَوْ إِلَى أَحَدٍ مِنْ بَنِي آدَمَ فَلْيَتَوَضَّأْ وَلْيُحْسِنِ الْوُضُوءَ ثُمَّ لْيُصَلِّ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ لْيُثْنِ عَلَى اللهِ وَلْيُصَلِّ عَلَى النَّبِيِّ ثُمَّ لْيَقُلْ: لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ، سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، أَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ وَالسَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، لاَ تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ وَلاَ حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلاَّ قَضَيْتَهَا، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

“Barang siapa yang mempunyai kebutuhan kepada Allah atau kepada seseorang dari bani Adam, maka berwudhulah dan perbaikilah wudhunya kemudian shalatlah dua raka’at. Lalu hendaklah ia memuji Allah Ta’ala dan bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan mengucapkan (do’a), ‘Tidak ada sesembahan yang benar melainkan Allah yang Maha Penyantun dan Mahamulia, Mahasuci Allah Rabb Arsy yang agung, segala puji millik Allah Rabb sekalian alam, aku memohon kepada-Mu hal-hal yang menyebabkan datangnya rahmat-Mu, dan yang menyebabkan ampunan-Mu serta keuntungan dari tiap kebaikan dan keselamatan dari segala dosa. Janganlah Engkau tinggalkan pada diriku dosa kecuali Engkau ampuni, kegundahan melainkan Engkau berikan jalan keluarnya, tidak pula suatu kebutuhan yang Engkau ridhai melainkan Engkau penuhi, wahai Yang Maha Penyayang di antara penyayang’.” (HR. Tirmidzi no. 479 dan Ibnu Majah no. 1384. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini dha’if jiddan)

Syaikh Husamuddin ‘Afanah  pernah ditanya tenang shalat hajat, berikut ini penjelasan beliau:

يقول السائل: قرأت عن صلاة الحاجة في بعض كتب الأدعية، أرجو بيان حكمها وكيفيتها؟

الجواب: اتفق كثير من الفقهاء على أن صلاة الحاجة مستحبة وأنها تكون عندما تعرض للإنسان حاجة من حوائج الدنيا المشروعة فيستحب له أن يتوضأ ويصلي ركعتين لله تعالى، ويسأل الله جل وعلا حاجته، فإن فعل ذلك مؤمناً بقدرة الله عز وجل، فأرجو أن يحقق الله له ما أراد فقد ورد في الحديث عن عثمان بن حنيف – رضي الله عنه – (أن أعمى أتى رسول الله – صلى الله عليه وسلم – فقال: يا رسول الله، ادع الله أن يكشف لي عن بصري، قال: أوَ أدعك قال: يا رسول الله إنه قد شق علي ذهاب بصري، قال فاذهب فتوضأ، ثم صل ركعتين ثم قل: اللهم إني أسألك …..”….

Penanya: Saya membaca tentang shalat hajat pada sebagian buku-buku doa, saya harap penjelasan hukumnya dan cara pelaksanaannya?

Jawaban: Banyak ahli fiqih telah sepakat bahwa shalat hajat adalah mustahab (disukai/sunah), itu dilakukan ketika manusia menginginkan kebutuhan di antara hajat-hajat dunia yang dibenarkan syariat. Disunahkan baginya untuk berwudhu lalu shalat dua rakaat untuk Allah ﷻ, dan berdoa kepada Allah ﷻ, barang siapa yang melakukan itu karena keimanan terhadap qadar Allah ﷻ, maka Allah ﷻmengabulkan untuknya apa yang diinginkannya. Telah ada hadits dari ‘Utsman bin Hunaif Radhiallahu ‘Anhu, bahwa datang seorang buta kepada Rasulullah ﷺ dan berkata: “Wahai Rasulullah, berdoalah kepada Allah agar penglihatanku terbuka.” Nabi menjawab: “Ataukah aku mendoakanmu?” Laki-laki itu berkata: Waai Rasulullah, saya mengalami kesulitan karena telah lenyap penglihatan saya.” Nabi bersabda: “Pergilah, lalu berwudhu, dan shalat dua rakaat, lalau bacalah: “Ya Allah aku minta kepadamu …”  (Fatawa Yas’alunaka, 3/32)


Tata Cara Sholat Hajat

Tak ada perbedaan antara sholat hajat dengan sholat lain dalam tata caranya. Begitu juga bacaan sholatnya.

 

Ada pun untuk jumlah rakaat, jumhur ulama mengatakan dua rakaat. Sedangkan menurut Hanafiyah empat rakaat, sedangkan Al Ghazali mengatakan 12 rakaat. (Al Mausu’ah, 27/211-212), lalu berdoa sesuai hajat (kebutuhan).

Syaikh Wahbah Az Zuhaili dalam kitab Al Fiqhul Islami wa Adillatuhu menulis:

صلاة الحاجة: وهي أربع ركعات بعد العشاء، وقيل: ركعتان. ورد         في الحديث المرفوع أنه يقرأ في الأولى الفاتحة مرة وآية الكرسي ثلاثاً، وفي كل من الثلاثة الباقية: يقرأ الفاتحة والإخلاص والمعوذتين مرة مرة، فإن قرأهن كن له مثلهن من ليلة القدر.

Shalat hajat: yaitu empat rakaat setelah ‘Isya, ada yang mengatakan dua rakaat. Terdapat dalam hadits marfu’ bahwa di rakaat pertama membaca Al Fatihah sekali dan ayat kursi tiga kali, lalu ditiap tiga rakaat sisanya membaca Al Fatihah, Al Ikhlas, dan Al Mu’awidzatain (Al Falaq dan An Naas), masing-masing sekali. Maka, jika jika surat-surat ini dibaca maka dia mendapatkan nilai seumpama pada Lailatul Qadr. (Al Fiqhul Islami wa Adillatuhu, 2/1065-1066), sayangnya dalam kitab ini tidak disebutkan status riwayat tersebut.


Doa Sholat Hajat

Tentu dalam sholat hajat kita menghaturkan permintaan sesuai yang kita butuhkan. Namun sesuai hadits, doa sholat hajat berikut baiknya dibaca terlebih dahulu sebagai pembuka:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ وَأَتَوَجَّهُ إِلَيْكَ بِمُحَمَّدٍ نَبِيِّ الرَّحْمَةِ. يَا مُحَمَّدُ، إِنِّي قَدْ تَوَجَّهْتُ بِكَ إِلَى رَبِّي فِي حَاجَتِي هَذِهِ لِتُقْضَى. اللَّهُمَّ فَشَفِّعْهُ فِيَّ

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dan menghadap kepada-Mu dengan Muhammad Nabiyyurrahmah. Wahai Muhammad, sesungguhnya aku menghadap kepada Rabbku denganmu dalam kebutuhanku ini agar ditunaikan. Ya Allah, terimalah syafa’atnya untukku.”

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ، سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، أَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ وَالسَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، لاَ تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ وَلاَ حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلاَّ قَضَيْتَهَا، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

“Tidak ada sesembahan yang benar melainkan Allah yang Maha Penyantun dan Mahamulia, Mahasuci Allah Rabb Arsy yang agung, segala puji millik Allah Rabb sekalian alam, aku memohon kepada-Mu hal-hal yang menyebabkan datangnya rahmat-Mu, dan yang menyebabkan ampunan-Mu serta keuntungan dari tiap kebaikan dan keselamatan dari segala dosa. Janganlah Engkau tinggalkan pada diriku dosa kecuali Engkau ampuni, kegundahan melainkan Engkau berikan jalan keluarnya, tidak pula suatu kebutuhan yang Engkau ridhai melainkan Engkau penuhi, wahai Yang Maha Penyayang di antara penyayang.”


Waktu Sholat Hajat

Saat Sholat Hajat sebenarnya tdk ada pedoman teristimewa yang menyebutkan kapan saat sholat hajat yang pas untuk beberapa umat muslim. Anda dapat melaksanakan sholat ini kapanpun Anda sempat, selagi siang hari ataupun malam hari. Walau demikian, beberapa ulama berasumsi kalau semakin lebih baik andaikan sholat hajat ini dilakukan pada saat sepertiga malam paling akhir, yaitu lebih kurang waktu 01. 00 hingga saat subuh datang.

Seperti di ketahui kalau saat sepertiga malam paling akhir adalah saat yang mustajab kala kita memanjatkan doa. Berdoa pada saat itu mempunyai keutamaan sendiri di banding waktu-waktu yang lain. Hingga andaikan hajat kita pingin terkabul, sebaiknya lakukanlah sholat hajat pada saat itu. Saat Shalat Hajat yang Dilarang Walau bisa dikerjakan kapanpun, nyatanya kita tetaplah mesti memerhatikan hukum-hukum yang beda berkaitan dengan proses sholat.

Waktu dilarang Sholat Hajat

Disebutkan dalam hadist kalau ada 3 saat yang dilarang untuk lakukan sholat, termasuk juga sholat hajat. Ketiga saat terlarang untuk lakukan sholat hajat itu yaitu :

  • Saat Syuruq, yaitu saat di mana matahari mulai terlihat terbit sampai setinggi tombak. Saat syuruk umumnya berjalan lebih kurang 15 menit.
  • Saat Zhahirah, yaitu saat matahari pas ada ditengah langit, ciri saat ini yaitu andaikan kita berdiri, jadi bayangan kita telah akan tidak terlihat sekali lagi lantaran terinjat oleh kita.
  • Saat zhahirah berjalan sebagian sebelum saat sholat Dzuhur tiba.
  • Saat sholat hajat yang dilarang setelah itu yaitu saat di mana matahari juga akan mulai tenggelam sampai tenggelam semuanya. Saat ini berjalan sebagian selagi (lebih kurang 15 menit) sebelumnya saat sholat Maghrib tiba.

Demikian informasi mengenai Sholat Hajat, Doa, Tatacara Dan Dalilnya. Semoga dapat bermanfaat untuk anda baik itu Sholat Hajat, Doa, Tatacara Dan Dalilnya.

Niat, Doa, Tata Cara Dan Manfaat Sholat Tahajud

Shalat  Tahajud atau shalat malam atau shalat lail  lebih dikenal dengan sholat tahajud lazimnya dillaksanakan pada sepertiga malam terakhir yaitu di saat manusia yang lain terlelap dalam heningnya. Shalat ini termasuk shalat sunnah  mengingat banyaknya faedah yang dapat kita rasakan.

Mengingat istimewanya shalat ini, sampai-sampai Anas bin Malik biasa membagi malam menjadi 3 bagian. Anas melakukan shalat malam pada bagian pertama, selanjutnya membangunkan istrinya untuk mengerjakan shalat, lalu istrinya membangunkan putrinya untuk mengerjakan di bagian ketiga malam. Tatkala istri Anas wafat, maka ia membagi malam menjadi 2 bagian. Bagian pertama beliau dan bagian kedua putrinya. Kemudian dengan wafatnya Anas, makan putrinya berusaha mengerjakan shalat sepanjang malam. Subhanallah. Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada di taman-taman (surga) dan di mata air-mata air, sambil mengambil apa yang diberikan kepada mereka oleh Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik; Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam, dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah. (QS Adz-Dzariyat: 17)

Tata Cara Sholat Tahajud

Cara Mengerjakan Shalat Tahajud masih sama dengan mengerjakan shalat – shalat pada umumnya di awali dengan bacaan niat Shalat dan diakhiri dengan Salam, hanya saja terdapat perbedaan bacaan niat shalatnya. Berikut tata cara sholat tahajud sesuai dengan runtutannya.

  1. Mengucapkan niat sholat Tahajud pelan dan menghayati artinya dalam hati
  2. Mengucapkan takbir (Allahhuakbar) sambil mengangkat kedua tangan ke atasseperti takbir sholat biasanya
  3. Membaca doa iftitah. Karena sifatnya sunnah, akan lebih baik apabila dilakukan
  4. Membaca surat Al-fatihah.
  5. Membaca surat pendek Al Quran seperti An-Nas, Al-Ikhlas, Al-Falaq, atau surat lainnya dalam Al Quran.
  6. Melakukan gerakan ruku’, i’tidal, sujud, hingga salam sambil membaca bacaan untuk gerakan tersebut.
  7. Untuk rakaat selanjutnya, ikuti langkah 2-6
  8. Setelah salam, Anda disunahkan membaca wirid, tasbih, tahmid, takbir, sholawat, istigfar, dan doa sholat tahajud

Demikian tata cara sholat tahajud, alangkah indahnya bila kita dapat melaksanakan sholat tahajud setiap hari.

Bacaan Sholat Tahajud

Bacaan Shalat Tahajud masih sama dengan mengerjakan shalat-shalat pada umumnya.

Waktu Sholat Tahajud

Melaksanakan sholat tahajud  bisa menggunakan beberapa waktu sholat tahajud yang dianjurkan untuk dikerjakan:

  1. 1/3 pertama malam, kira-kira berkisar jam 19.00 hingga jam 22.00, ini saat utama.
  2. 2/3 pertama malam, kira-kira, berkisar jam 22.00 sampai jam 01.00, ini saat yang lebih utama.
  3. 1/3 pertama malam terakhir, berkisar dari jam 01.00 sampai masuknya waktu subuh, ini saat yang paling utama.

Jumlah Rakaat Sholat Tahajud

Jumlah rakaat salat tahajud adalah tidak terbatas,paling sedikit 2 rakaat dan dikerjakan dalam dua rakaat satu salam.

Niat sholat tahajud

Niat Sholat Tahajud tidak berbeda dengan niat sholat pada umumnya, yakni niat di dalam hati tanpa perlu dilafalkan.

Doa Sholat Tahajud

Setelah selesai shalat tahajud hendaknya kita perbanyak istighfar memohon ampunan Alloh ﷻ. Sebenarnya tidak ada bacaan doa tertentu yang dikerjakan setelah sholat tahajud, namun kebiasaan Rasulullah ﷺ selalu membaca Doa Sholat Tahajud.   .اَللّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ لَكَ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، وَلَكَ الْحَمْدُ، أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَقَوْلُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ الْحَقُّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ، وَمُحَمَّدٌ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ، اَللّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ. فَاغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَنْتَ إِلٰهِيْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ

Untuk yang belum pandai membaca doa dalam bahasa arab, anda bisa membacadoa sholat tahajud dalam teks latin di bawah ini, tapi alahkah indahnya bila mulai saat ini anda belajar bahasa arab sehingga doa doa bisa dibaca dengan mudah.

ALLAAHUMMA LAKAL HAMDU ANTA QAYYIMUS SAMAA WAATI WAL ARDHI WA MAN FIIHINNA. WA LAKAL HAMDU ANTA MALIKUS SAMAA WAATI WAL ARDHI WA MAN FIIHINNA. WA LAKAL HAMDU ANTA NUURUS SAMAAWAATI WAL ARDHI WA MAN FIIHINNA. WA LAKAL HAMDU ANTAL HAQQU, WA WA’DUKAL HAQQU, WA LIQAA’UKA HAQQUN, WA QAULUKA HAQQUN, WAL JANNATU HAQQUN, WANNAARU HAQQUN, WANNABIYYUUNA HAQQUN, WA MUHAMMADUN SHALLALLAAHU ‘ALAIHI WASALLAMA HAQQUN WASSAA’ATU HAQQUN. ALLAAHUMMA LAKA ASLAMTU, WA BIKA AAMANTU, WA ‘ALAIKA TAWAKKALTU, WA ILAIKA ANABTU, WA BIKA KHAASHAMTU, WA ILAIKA HAAKAMTU, FAGHFIRLII MAA QADDAMTU, WA MAA AKH-KHARTU, WA MAA ASRARTU, WA MAA A’LANTU, WA MAA ANTA A’LAMU BIHIMINNII. ANTAL MUQADDIMU, WA ANTAL MU’AKHKHIRU, LAA ILAAHA ILLAA ANTA, WA LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAAH

Arti Doa Sholat Tahajud

Artinya: “Ya, Allah! Bagi-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji, Engkau yang mengurusi langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji, Engkau Tuhan yang menguasai langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji dan bagi-Mu kerajaan langit dan bumi serta seisi-nya.
Bagi-Mu segala puji, Engkau benar, janji-Mu benar, firman-Mu benar, bertemu dengan-Mu benar, Surga adalah benar (ada), Neraka adalah benar (ada), (terutusnya) para nabi adalah benar, (terutusnya) Muhammad adalah benar (dari- Mu), peristiwa hari kiamat adalah benar. Ya Allah, kepada-Mu aku pasrah, kepada-Mu aku bertawakal, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku kembali (bertaubat), dengan pertolongan-Mu aku berdebat (kepada orang-orang kafir), kepada-Mu (dan dengan ajaran-Mu) aku menjatuhkan hukum.

Alangkah baiknya kita melakukan doa sholat tahajud

Sumber : http://holikulanwar.blogspot.co.id/2014/03/tata-cara-praktek-dan-bacaan-doa-shalat.html

Manfaat Sholat Tahajud

Banyak sekali manfaat dari shalat tahajud:

1.     Menjadikan pelakunya sebagai hamba yang bersyukur

“Dari Mughirah bin Syu’bah, ia berkata: Sungguh Rasulullah ﷺ berdiri dan shalat sehingga kedua telapak kakinya atau kedua betisnya bengkak, lalu beliau ditanya, maka jawabnya: bukankah aku ini mesti menjadi seorang hamba yang banyak bersyukur?” ~HR Bukhari~

2.     Menjadikan pelakunya bersemangat tinggi dan berjiwa bersih

“Dari Abu Hurairah, Sesungguhnya Rasulullah ﷺ bersabda”. . . Jika seseorang shalat tahajud, maka di pagi harinya menjadi orang yang bersemangat tinggi dan jiwanya bersih. Jika tidak, maka dipagi harinya menjadi manusia yang bberjiwa kotor dan pemalas” ~HR Bukhari~

3.     Menjadikan pelakunya sebagai hamba yang paling dekat dengan Alloh

“Dari Amr bin Absah, Sesungguhnya ia mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:”Alloh paling dekat dengan hambanya pada akhir malam, oleh karenanya jika kamu sanggup untuk menjadi orang yang berdzikir kepada Alloh pada saat tersebut lakukanlah” ~HR Tirmidzi~

4.     Menjadikan pelakunya terpuji

“Pada sebagian malam hari kerjakannlah shalat tahajjud sebagai ibadah tambahan bagimu. Sepantasnya Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yanng terpuji” ~QS Al Israa:17~

5.     Menjadikan pelakunya sebagai mustahiq pemberian Allah di akhirat

“Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itu berada dalam kebun-kebun yang dikelilingi mata air. Mereka menerima segala pemberian Tuhan karena di dunia berbuat baik, mereka sedikit sekali tidur di waktu malam, dan beristighfar di waktu sahur” ~QS Adz Dzariyat:15-18~

6.     Menjadikan pelakunya meraih kebahagiaan hidup“Apakah kamu orang musyrik yang lebih beruntung ataukah orang yang beribadah pada waktu malam dengan sujud dan berdiri karena takut akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? ~QS Az Zumar:9

Dalam doa tahajud, pasti banyak kendala yang kita hadapi kadang-kadang diterangi niat kita bermunajat kepada Allah di malam hari. Ada beberapa hal yang dapat dengan mudah dilakukan tahajud dalam doa.

Pertama, tidak Anda kalikan makan dan minum seperti ini untuk berbagai kelas tanpa hambatan menyebabkan malas dan mengantuk, dalam doa-doa tahajud disertakan.

Kedua, tidak kali dari hari pengeringan karena akan membuat kita lelah di malam hari yang akan menghambat pelaksanaan Doa tahajud. Tidur siang sedikit diperlukan untuk membantu doa tahajud pengolahan.

Ketiga, hindari bermoral karena wakil adalah penyebab tingkat yang lemah iman dan ibadah Allah.

Keempat, lakukan secara bertahap, karena Allah menarik ibadah kecil tapi terus menerus bukan menyembah banyak, tapi untuk sesaat. Untuk prima, kita dapat melakukan dengan dua siklus dan rutin terus menerus untuk mulai bulan. Kemudian bulan berikutnya, ditambah secara bertahap.

Untuk pelajar, mahasiswa atau pekerja, tentu saja, ada banyak manfaat yang dapat dirasakan setelah implementasi tahajud doa. Menghidupkan doa malam tidak hanya berguna ketika Anda berkabung, atau terkena masalah, tetapi juga, jika kita merasakan ketenangan dalam hidup. Setidaknya ada tiga keuntungan utama yang dapat kita ambil dari salad tahajud antara mereka:

Pertama, memperkuat jiwa.  Jika jiwa lainnya tidur dan menikmati malam yang indah, tapi mari kita bertemu Tuhan dan meminta ampun kepada-Nya dengan penuh harap. Pada saat-saat seperti ini, kita akan merasakan ketergantungan dan keterhubungan dengan hati Allah sendiri.

Kedua, sebaliknya. Tuhan benar-benar memberi kita saat doa memfasilitasi tahajud. Ketika orang lain tidur, kita bangun dan jangan ragu untuk menangis dan mengerang. Sepertiga malam terakhir adalah waktu yang paling tepat untuk doa tahajud mana kita suka pengasingan (saja) dengan Allah tanpa campur tangan dari siapa pun. Jadi saat pas pertemuan ini harus terbaik digunakan untuk membongkar semua kejahatan dan dosa dan meminta mereka untuk mengampuni. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa “Ia membentang pengampunan di malam hari bagi mereka yang berbuat dosa pada siang hari. Pengampunan Allah dan juga selama hari bagi mereka yang tersebar berdosa pada malam hari.” Sejauh ini, kita dapat menyimpulkan bahwa pintu taubat selalu terbuka, selama kita mengubah serius untuk lebih baik.

Ketiga, untuk menenangkan pikiran. Jadilah seseorang yang digunakan shalat kemudian dipancarkan ketenangan tahajud wajah. Rasa lahir dengan sendirinya setelah perayaan ibadah di malam hari tenang dan tenang.
Ada banyak kebajikan oleh alias lain ketika kita menerima tahajud doa. Sebuah atsar berikut bersedia, Allah akan membantu kita, tekun shalat tahajud.

Kebajikan tahajud doa sebagaimana telah dijelaskan di atas mudah-mudahan dapat memperkuat niat kami untuk bangun di malam hari untuk memenuhi Rabb kami

Keajaiban Sholat Tahajud

Di antaranya, pertama, untuk menjaga kesehatan. Tidak diragukan lagi, shalat Tahajud menjadi terapi pengobatan terbaik dari berbagai macam penyakit. Karena itu, orang-orang yang membiasakan diri untuk Tahajud akan memiliki daya tahan tubuh sehingga tak mudah terserang penyakit.

Rasulullah ﷺ bersabda, “Lakukanlah shalat malam karena itu adalah tradisi orang-orang saleh sebelum kalian, sarana mendekatkan diri kepada Allah, pencegah dari perbuatan dosa, penghapus kesalahan, dan pencegah segala macam penyakit dari tubuh.” (HR Tirmidzi).

Kedua, menjaga ketampanan atau kecantikan. Setap manusia pasti mendambakan ketampanan atau kecantikan dalam dirinya. Melalui terapi shalat Tahajud, seseorang dapat meraih apa yang didambakannya tanpa mengeluarkan biaya sepersen pun. Yaitu, jaminan ketampanan atau kecantikan yang dihasilkan dari shalat Tahajud tidak terbatas pada tampilan lahir, juga dapat menghasilkan ketampanan atau kecantikan batin.

Rasulullah ﷺ bersabda, “Barang siapa yang banyak menunaikan shalat malam, maka wajahnya akan terlihat tampan atau cantik di siang harinya.” (HR Ibnu Majah).

Ketiga, shalat Tahajud juga diyakini dapat meningkatkan produktivitas kerja yang berbasis spiritualitas. Karena itu, salah satu program untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) yang andal secara intelektual, emosional, dan spiritual adalah membiasakan shalat Tahajud pada setiap malamnya.

Rasulullah ﷺ bersabda, “Setan membuat ikatan pada tengkuk salah seorang di antara kalian ketika tidur dengan tiga ikatan dan setiap kali memasang ikatan dia berkata: ‘Malam masih panjang, maka tidurlah.’ Jika orang tadi bangun lalu berzikir kepada Allah SWT, terlepas satu ikatan. Jika dia berwudhu, terlepas satu ikatan yang lainnya. Dan jika dia melaksanakan shalat, terlepas semua ikatannya. Pada akhirnya, dia akan menjadi segar (produktif) dengan jiwa yang bersih. Jika tidak, dia akan bangun dengan jiwa yang kotor yang diliputi rasa malas.” (HR Bukhari).

Keempat, mempercepat tercapainya cita-cita dan rasa aman. Selain dengan usaha (ikhtiar) secara maksimal guna menggapai cita-cita dan rasa aman, seseorang hendaknya membiasakan diri untuk shalat Tahajud karena doa yang mengiringi Tahajud akan dikabulkan oleh Yang Maha Mengabulkan.

Rasulullah ﷺ bersabda, “Ketahuilah sesungguhnya Allah tertawa terhadap dua orang laki-laki: Seseorang yang bangun pada malam yang dingin dari ranjang dan selimutnya, lalu ia berwudhu dan melakukan shalat. Allah berfirman kepada para malaikat-Nya, ‘Apa yang mendorong hamba-Ku melakukan ini?’ Mereka menjawab, ‘Wahai Rabb kami, ia melakukan ini karena mengharap apa yang ada di sisi-Mu.’” Allah berfirman, “Sesungguhnya Aku telah memberikan kepadanya apa yang ia harapkan (cita-citakan) dan memberikan rasa aman dari apa yang ia takutkan.” (HR Ahmad).

Demikian informasi mengenai Niat , Doa , Tata Cara Dan Manfaat Sholat Tahajud. Semoga dapat bermanfaat untuk anda baik itu Niat, Doa, Tata Cara Dan Manfaat Sholat Tahajud.